Diposkan pada Drama Jepang

REVIEW ABOUT ITAZURA NA KISS~LOVE IN TOKYO

Hulaaaa~~~ wah, sudah berapa lama ya aku tidak meng-update blogku sendiri. hahahaha… maaf, maaf… terlalu banyak yang harus dilakukan! Misalnya menonton film, membaca setumpuk novel, dan tentunya menonton drama! Sayangnya, tidak banyak drama yang menarik perhatianku belakangan ini sejak The Moon that Embraces The Sun. Oke, aku menonton drama Korea The Heirs, Medical Top Team, dan Good Doctor, tapi sayangnya menurutku drama-drama tersebut kurang sekuat plot cerita TMTETS. Kim Soo Hyun and Han Ga In still the best artists for me!

Tapi semuanya berubah, sejak aku menonton episode 1 dari drama Jepang Itazura na Kiss~Love in Tokyo atau terjemahan bahasa Inggrisnya Mischievous Kiss.

298293_10151426840371961_1045020254_n

Bagi penyuka drama, pasti tahu cerita ini diangkat dari manga karya Kaoru Tada (sayangnya manganya tidak selesai karena penulisnya meninggal karena kecelakaan) dan memiliki begitu banyak remake. Yang pertama, tentunya di negara sakura sendiri, ada live-action yang ditayangkan pada tahun 1996, kemudian di-remake di Taiwan dengan judul season pertama It Started with a Kissdan judul season keduanya They Kissed Again. Kemudian Korea ikut me-remake dengan bintang Kim Hyun Joong sebagai Baek Seung Jo (Naoki Irie) dan Jung So Min sebagai Oh Ha Ni (Kotoko Aihara) sebagai lead characters.

Jujur saja, aku baru menonton drama remake versi Korea duluan sebelum yang 2013 ini (YUP!!!Itazura na Kiss~Love in Tokyo ditayangkan pada tahun 2013 dan aku baru menontonnya di Februari 2014! kemana aja sih?!) jadi aku tidak banyak tahu seperti apa alur cerita yang sebenarnya di manga dan animenya. Itu sebabnya saat aku menuju forum yang membahas remake 2013 ini, aku terkejut karena banyak respon kurang baik tentang Naughty Kiss. Aku sendiri sebenarnya kurang merasa cocok dengan pemilihan Kim Hyun Joong sebagai Naoki Irie setelah menonton ItaKiss 2013 ini.

Baiklah, tanpa banyak basa-basi aku tak sabar ingin membahas inti cerita drama ini. Seperti remake-remake sebelumnya, kisah ini dimulai saat Kotoko Aihara memberanikan diri menyerahkan sebuah surat cinta kepada seorang Naoki Irie. Hal ini ditolak dengan dingin oleh Naoki Irie—hal yang patut dimaklumi, mengingat Naoki sendiri kan tidak mengenal siapa Kotoko, masa dia terima Kotoko begitu saja?—kemudian rumah baru Kotoko tertimpa batu meteor dan akhirnya Kotoko dan ayahnya terpaksa menumpang tinggal di rumah sahabat ayahnya. Yang tidak disangkanya, anak dari sahabat ayahnya adalah Naoki Irie! Cowok yang disukainya!!!

Getting hit by a shooting star is one in a milion.

I’m sure that a high school girl moving in with the guy who just dumped her is also one in a milion.

Is this really the beginning of something special and amazing?

Akhirnya plot cerita pun berkembang, cerita Cinderella pun terjadi. Naoki yang awalnya tidak menyukai Kotoko yang dianggapnya sebagai ‘cewek tidak berotak’ akhirnya mulai luluh. Bisa dibilang alasannya mungkin adalah terbiasa, bayangkan saja tiap hari bertemu, berinteraksi, melihat langsung seperti apa kepribadiannya, bagaimana mungkin tidak ada perasaan suka berkembang? Selain itu, Kotoko juga menunjukkan ketulusannya; meskipun ia tahu Naoki tidak mungkin menyukainya, ia tetap bersikap sopan kepada keluarga Naoki. Ia tidak bersikap jahat, malahan ikut panik dan membantu adik Naoki, Yuuki, dengan membawanya ke rumah sakit saat ia (Yuuki) jatuh sakit dan tak ada orang lain di rumah selain Yuuki dan Kotoko.

tumblr_mwnksrxzHm1rlcijao4_1280

Love this scene!!!

Walau badai menghadang~ (cieeee…) maksudnya, meskipun ada banyak rintangan (aka saingan cinta) yang datang silih berganti, karena Naoki amat sangat terkenal, Kotoko tetap tidak bisa mencintai laki-laki selain Naoki, meskipun ada Kin-chan yang selalu ada disampingnya. Naoki sendiri, yang masih tidak mengerti (atau emang bodoh? please, how could you don’t understand your own feeling? Oh, I forgot how genius you are. Of course, you don’t understand the most basic feeling of human beingKidding, Naoki 🙂) perlahan mulai mencintai Kotoko dan kalian bisa menebak ending drama ini.

Jangan pernah katakan bahwa kau mencintai laki-laki lain selain aku

Aku mencintai drama ini!!! Meskipun, seperti yang kusinggung sebelumnya, drama ini sebenarnya sudah dapat ditebak seperti apa alur ceritanya, since it’s a remake. Tapi bukan itu yang membuatku mencintai drama ini. Menurutku, meski alur ceritanya sudah dapat ditebak, namun apabila para artis pemerannya dapat memerankan karakter yang dibawakannya, hal itu membuat drama ini membuat penonton ikut terbawa suasana dramanya, terutama jika drama romantis; pasti bisa membuat hati penontonnya juga ikut berdebar-debar XD. Terutama pemeran ibu Naoki… siapa sih cewek yang nggak mau punya ibu mertua lincah dan sangat penyayang? Tidak seperti di sinetron-sinetron yang masih saja berkutat dengan kasta si cewek dan si cowok, aku suka karakter ibu Naoki yang menyayangi Kotoko. Mungkin memang naluri ibu, meskipun Naoki awalnya merasa apa yang diharapkan ibunya (red. pacaran dan menikah dengan Kotoko) adalah hal yang mustahil, tapi akhirnya? He must admit that he loves Kotoko. Menurutku seluruh jajaran artis sudah memberikan yang terbaik dalam pembuatan drama ini, namun secara khusus, aku memberikan apresiasi pada Yuki Furukawa (古川雄輝 ) yang memainkan tokoh Naoki Irie dengan cukup baik!

551349_532777356765722_1301510088_nSiapa sangka laki-laki ini sudah berusia 26 tahun??? (oke, salah fokus)

Yuki mampu memerankan si berhati dingin, Naoki Irie dengan sangat baik. Aku gregetan banget sepanjang episode (ada 16 episode, btw) karena Naoki JARANG BANGET senyum! Bisa dihitung dengan jari kali berapa kali dia senyum dan sekalinya dia senyum… oh dear, ember mana ember???

tumblr_mwnksrxzHm1rlcijao5_1280Ada banyak adegan favoritku di drama ini, salah satunya seperti di adegan atas ini. Ini adalah salah satu adegan saat Yuuki masuk rumah sakit dan Naoki mencuri ciuman (lagi!) tanpa diketahui Kotoko.

Kotoko: The second kiss…

Naoki: It’s the third… *kiss Kotoko’s cheek* You don’t need to count anymore *hug*

WHO DIDN’T DIE AFTER WATCHING THE MOST MEMORABLE SCENE ON THE LAST EPISODE?! Bahkan adegan ini pun ada di versi Korea, meskipun tidak memberikan efek ‘mematikan’ bagiku :p

Oke, apa yang aku tuliskan ini memang sangat berlebihan. Bisa jadi ini karena aku terlalu overreacted akibat menemukan kembali gebetan baru. Seriously, being single is dangerous. You will always getting crazier when you find someone awesome. Bahkan mungkin kalimat di atas ini kurang menggambarkan perasaanku. But still, I LOVE YUKI FURUKAWA! Thank God I’m 6 years (by years)/7 years (by month, I was born in the last month of the year btw) younger than him, and I’m free love him this much XD Thank God again coz my mental age is 30something which means I’m kind of adult, probably 😀

10 tahun lebih muda atau 10 tahun lebih tua bukanlah masalah untukku. Yang penting dewasa (Yuki saat ditanyai soal kriteria idaman)

Akhirnya, sebagai tanda cintaku pada Yuki-kun, aku ingin menebar pic-nya. Semoga kalian suka, tapi semoga kalian tidak suka pada Yuki (lho)

Bye!!! See you again~~~

Itakiss 10.mkv_002888052

I better die after seeing this adorable smile

tumblr_inline_mwd0qj72I01raxcrx

It’s him on the first debut movie. I forgot the title *what kind of girl I am?*

It’s High School Debut, hahahaha… yes, it’s a comedy movie

BfImwAUCMAAzJ-Z

Excuse me darling, why so breathtaking?

1463890_624496447593812_211418162_n

My dear, why so thin? If you were my boyfriend—no, my future husband XD—I’ll make some nice and healthy meals for you

Sumber : https://duniadeena.wordpress.com/2014/02/06/review-itazura-na-kisslove-in-tokyo/

Diposkan pada Drama Jepang

Review J-Drama: Death Note (2015)

Anime dan Manga fenomenal karya penulis Tsugumi Ohba dan digambar oleh mangaka Takeshi Obata ini memang tidak akan ada habisnya untuk dibahas. Setelah sukses besar lewat adaptasi live action pada tahun 2006 dengan dibintangi oleh Tatsuya Fujiwara sebagai Light Yagami dan Kenichi Matsuyama sebagai L, pada tahun 2016 Death Note hadir dengan kelanjutannya dengan judul Death Note: Light Up New World dan rencananya akan difilmkan dalam versi bule alias hollywood. Namun bukan itu yang akan dibahas dalam tulisan ini. Sebelum kita bergerak ke sekuel Death Note terbaru, saya akan mengulas Death Note versi dorama atau serial televisi Jepang yang ditayangkan pada tahun 2015 yang lalu.

Death Note versi dorama tahun 2015 kali ini berjumlah 11 episode disutradarai oleh Inomata Ryuchi dan diadaptasi dari manga Death Note karya Tsugumi Ohba & Takeshi Obata. Jika dalam versi layar lebar karakter Light Yagami diperankan oleh Tatsuya Fujiwara, dalam versi dorama ini aktor Masataka Kubota didapuk untuk memerankan sosok pemuda introvert nan idealis sekaligus sedikit ‘tidak waras tersebut’ Sedangkan sosok iconic jenius L yang dulu diperankan secara apik oleh Kenichi Matsuyama kali ini digantikan oleh aktor muda yang terkenal dan sudah banyak membintangi sejumlah live action manga shoujo, Yamazaki Kento. Berbeda dengan versi layar lebarnya, dalam dorama ini terdapat karakter Near yang adalah seorang perempuan (Dalam anime dan manga Near adalah laki-laki.) Near diperankan oleh Mio Yuki. Misa Amane diperanlan oleh artis gravure yang akan membuat mata laki-laki terbelalak. Dan Yutaka Matsuhige sebagai Shoichiro Yagami alias bapaknya Light Yagami.

Hinako Sano idola gravure yang berperan sebagai Misa Amane

Plot: Secara garis besar, tidak ada yang berubah dalam inti cerita. Light Yagami seorang pemuda yang introvert dan mempunyai idealisme yang tinggi menemukan sebuah buku catatan bertuliskan Death Note milik Shinigami bernama Ryuk. Light menggunakan buku tersebut untuk membunuh para kriminal dan melakukan pembersihan sesuka hatinya. Siapapun yang namanya ditulis dalam death note, dia akan mati. Kepolisian dunia mencurigai hal ini di mana para penjahat di seluruh dunia mati mendadak dengan serangan jantung. Detektif jenius asal Jepang, “L” mencoba memecahkan kasus ini dengan kecerdasannya bersama Shoichiro Yagami (Ayahnya Light Yagami) yang merupakan Polisi yany menyelidiki kasus Kira (sebutan warga untuk pembunuh para penjahat).

Beberapa perbedaan karakter jelas sekali terlihat. Yang pertama adalah Light Yagami (Masataka Kubota) dalam versi dorama ini Light merupakan mahasiswa yang suka ngidol alias menonton konser idol grup sambil membawa lightstick, Light mengidolakan Misa Amane. Berbeda dengan Light versi Tatsuya Fujiwara yang merupakan mahasiswa yang jenius dan punya pacar serta tidak mengenal Misa Amane sebelum bertemu. Light Yagami dalam versi dorama ini digambarkan lebih manusiawi, pada saat adegan Light bertemu dengan Ryuk sang shinigami pemilik Death Note, Light ketakutan setengah mati dan kabur. Begitu juga saat dia menuliskan nama pada buku Death Note dan mendengar nama yang ditulisnya di Death Note sudah mati, Light begitu sangat ketakutan.Dalam versi Dorama ini, Light diceritakan sudah tidak mempunyai ibu karena sudah meninggal. Oh iya, adik dari Light yaitu Sayu Yagami yang diperankan oleh Reiko Fujiwara terlihat begitu kawaii dan enak dipandang mata ?.

Karakter Sayu Yagami diperankan oleh Reiko Fujiwara membuat hati saya cenat-cenut ???

Kemudian karakter L yang diperankan oleh Kento Yamazaki saya benar-benar kurang menyukainya, itu bukan seperti L yang saya kenal seperti dalam anime. L yang ini malah terlihat seperti personil boyband. Begitu juga karakter Near yang seperti dipaksakan aktingnya dan dibuat-buat. Mungkin kalau bukan karena akting Masataka Kubota sebagai Light yang cukup baik,Dorama ini akan menjadi hambar.

Karakter L versi Kento Yamazaki terlihat menyebalkan

Secara keseluruhan, cerita dalam Death Note dorama ini terbilang memuaskan karena nyaris sama dengan anime dan manga, tapi tetap tidak bisa mengalahkan film live action layar lebarnya.

Sumber : http://hilmansky.com/artikel/review-j-drama-death-note-2015/