Film ini adalah film yang diadaptasi dari anime/manga karya Sakisaka Io dengan judul yang sama yaitu “Ao Haru Ride” atau bisa juga disebut “Blue Spring Ride“. Ao Haru Ride dirilis pada bulan Desember 2014. Tapi gue baru nonton bulan September 2015. Hiks.. Lama sekali aku menunggu~
Kalo ngomongin film yang diadaptasi dari anime/manga, pasti kita selalu membandingkan dengan anime dan manga nya juga. Karna biasanya ada beberapa perbedaan dalam alur ceritanya. Anime sama manga aja kadang ceritanya gak selalu mirip 100%, Live Action juga pasti beda lah.
|
| Honda Tsubasa sebagai Yoshioka Futaba |
![]() |
| Higashide Masahiro sebagai Mabuchi Kou |
|
| Yoshizawa Ryo sebagai Kominato Aya |
![]() |
| Fujimoto Izumi sebagai Makita Yuuri |
![]() |
| Shinkawa Yua sebagai Murao Shuuko |
![]() |
| Chiba Yudai sebagai Kikuchi Touma |
![]() |
| Pemeran Futaba sama Kou pas masih SMP juga mirip |
Cerita tentang semangat di masa muda/remaja. Kisah persahabatan yang sesungguhnya, tentang kebersamaan, apalagi ketika kedua sahabat itu trnyata menyukai orang yang sama dan saling jujur satu sama lain. Tapi salah satunya mengalah, berusaha seakan itu bukan masalah dan lebih memilih sahabatnya ketimbang cintanya yang mungkin akan merusak pershabatan mereka. Itu sangat keren sekalih! :’D
Belum lagi cerita tentang kisah hidupnya Kou. Penyebab kenapa Kou yang sekarang lebih bersikap acuh, dan tidak peduli dengan keadaan sekitar, selalu bersikap dingin dsb. Dan itu karna kisah Kou bersama ibunya. Duh, di adegan itu bikin gue mewek! Siapa sih yang gak sedih kalo udah bawa-bawa orangtua? Apalagi cerita tentang Ibu:'(
Di film ini juga kadang bikin baper, ketika lo udah berusaha move on karna orang yang lo sukain ilang tanpa kabar begitu aja, eh tiba-tiba dia malah muncul lagi, dengan sikap yang berbeda pula. Dan inget, jangan pernah gantungin perasaan orang! Kalo gak suka bilang, kalo suka juga bilang, beri kejelasan. Jangan bersikap seolah-olah memberi harapan tapi setelah itu ngilang lagi kayak si Kou ini. Rese abis……
Tuhkan, gue nulisnya jadi terbawa suasana gini.. Haha. Gue kan cuma menjelaskan sedikit pesan & kesan dari film ini :p
Dan di film ini juga seperti menjelaskan kalo move on itu sulit, biarpun udah ada seseorang yang mau menjadi ‘sarana’ untuk move on, tetep aja perasaan kepada orang tersebut gak bisa ilang dengan semudah itu.
Yiahahaaa.. Udh ah, kok jd penggalauan massal gini?? Yaudah, bagi yg penasaran pgn nnton, gue udh sertakan 2 link di akhir postingan ini. Siap2 aja abs nnton ini pada baper. Wakakak
Buat lo penggemar Park Bo-young, tentu enggak boleh melewatkan film terbarunya yang bertajuk On Your Wedding Day. Film tersebut jadi debut comeback Park Bo-young dalam dunia perfilman sejak terakhir kali bermain dalam You Call It Passion (2015). Makanya, On Your Wedding Day jadi salah satu film Korea yang paling ditunggu-tunggu banyak orang.
Sebenarnya, film ini udah dirilis di negara asalnya pada Agustus lalu. Namun, untuk bioskop Indonesia baru akan dirilis besok (3 Oktober). Di Korea sendiri, On Your Wedding Day telah sukses menembus box office. Bahkan, On Your Wedding Day berhasil menduduki posisi pertama mengalahkan film Searching.

On Your Wedding Day mengangkat kisah cinta pertama Woo Yeon yang diperankan Kim Young-wang. Ceritanya bermula ketika Woo Yeon dan Seung Hee (Park Bo-young) menjalani masa sekolah bersama. Seung Hee merupakan murid baru di sekolah Woo Yeon.
Woo Yeon langsung jatuh cinta pada pandangan pertama terhadap Seung Hee. Keduanya memutuskan berpura-pura kencan untuk menghindari murid yang ingin mendekati Seung Hee. Seung Hee juga meminta Woo Yeon untuk berhenti berkelahi.
Awalnya, Seung Hee enggak tertarik dengan Woo Yeon. Namun, saat melihat kesungguhan Woo Yeon yang menepati janjinya untuk enggak berkelahi. Mereka pun akhirnya menjalin hubungan romantis yang manis. Singkat cerita, keduanya berpisah selama setahun dan kembali bertemu di universitas yang sama. Sayangnya, hubungan Woo Yeon dan Seung Hee harus mengalami berbagai rintangan.
Kalau dilihat dari judul, sebenarnya lo udah bisa nebak akhir ceritanya seperti apa. Dari awal hingga akhir, film ini bisa dibilang seperti wahana roller coaster. Perasaan lo dijamin bakal naik turun dan terombang ambing. Di sisi lain, lo bakal dibuat tertawa dengan tingkah konyol Woo Yeon. Namun, di adegan-adegan berikutnya lo bisa dibikin sedih dengan perasaan Woo Yeon terhadap Seung Hee yang enggak berbalas.
Apalagi kisah yang terjadi antara Woo Yeon dengan Seung Hee ini sebenarnya sangat dekat dengan kehidupan kita sehari-hari. Di saat kita ingin mengejar gebetan kita, sayangnya gebetannya udah punya pacar. Tapi, saat kita udah punya pacar, si gebetan malah single alias enggak punya pacar. Sementara itu, perasaan kita masih sama dan enggak memudar sama sekali terhadap si gebetan. Galau, ‘kan? Nah, itulah sepenggal kisah sedih yang nantinya bakal lo temukan dalam film ini.

Film ini sebenarnya mengingatkan penulis dengan salah satu film Taiwan yang berjudul You Are the Apple of My Eye (2011). Kedua film ini sama-sama mengangkat kisah cinta pertama. Walaupun jalan ceritanya berbeda, namun baik On Your Wedding Day ataupun You Are the Apple of My Eye, keduanya sama-sama bikin sedih dan nyesek.
Kisah cinta pertama emang selalu menarik untuk dibahas. Seperti yang lo tahu, udah cukup banyak juga film yang mengangkat tema tersebut. Tetapi, Park Bo-young dan Kim Young-kwang mampu menyajikan chemistry yang manis dan begitu natural. Entah kenapa, meski alur ceritanya sederehana, kedua pemeran inilah yang membuat film ini begitu terasa spesial dan menawan.
Baca Juga, 5 Film Park Bo-young yang Penuh Daya Pikat.

Ditambah, film ini menampilkan cerita yang terjalin selama bertahun-tahun. Tetapi, Park Bo-young dan Kim Young-kwang berhasil memposisikan diri mereka dalam memerankan karakter yang usianya berbeda-beda. Sang sutradara, Lee Seok-geun, bahkan mengungkapkan kalau sejak awal proyek film ini, dia telah menetapkan Bo-young sebagai pilihan utama dalam casting. Menurutnya, Bo-young adalah satu-satunya aktris yang kekuatan aktingnya bisa menghidupkan suatu karakter dari masa remaja hingga usia 30 tahunan.
Selain dibintangi oleh Park Bo-young dan Kim Young-kwang, film ini juga menghadirkan karakter pendukung lainnya yang membuat film ini lebih berwarna. Diantaranya Kang Ki-young, Ko Kyu-pil, dan Jang Sung-bum yang berperan sebagai teman dekat Woo Yeon di masa perkuliahannya. Ketiga orang ini mampu menyelipkan celetukan konyol yang menghibur penonton. Di akhir cerita, ketiga orang inilah yang memiliki peran penting dalam membantu Woo Yeon.

Banyak pelajaran yang bisa lo ambil juga lewat film ini. Bagaimana seorang cowok dengan dewasa dan ikhlas menerima takdirnya. Mencoba mengambil pelajaran dari apa yang udah dilaluinya. Woo Yeon menyadari meski enggak bisa bersama dengan cinta pertamanya, tetapi berkat Seung Hee, hidupnya bisa lebih teratur dan baik dari sebelumnya. Intinya, Woo Yeon mengajarkan kepada kita semua untuk bisa mengambil hikmah di balik setiap kejadian.
Soal pengalaman sinematik, film ini menyajikan visual yang klasik mengingat latar waktu yang diambil belasan tahun lalu dari masa kini, 2018. Meskipun begitu, ada beberapa adegan yang ditampilkan dengan warna yang terang dan memanjakan mata. Intinya film ini sederhana, rapih, dan manis. Enggak berlebihan dan realistis.
Seperti yang udah disebutin di atas, On Your Wedding Day udah bisa lo saksiin mulai 3 Oktober 2018. Lo hanya bisa menonton film ini di jaringan bioskop CGV, Cinemaxx, dan FLIX Cinema. Nah, kalau lo udah nonton filmnya, jangan lupa sempatkan diri lo untuk kasih penilaian soal film ini di kolom review di bagian atas, ya!
Sumber : https://www.kincir.com/movie/cinema/review-on-your-wedding-day
Hot Young Bloods merupakan sebuah film romance Korea yang dirilis awal tahun 2014 lalu dan berhasil meraih total pendapatan 10,2juta US Dollar. Banyak masyarakat Korea yang menyukai film ini baik remaja maupun orang dewasa. Bagi beberapa orang dewasa menonton film kece ini akan memberikan kenangan tersendiri tentang masa-masa di bangku sekolah mereka.
Yup betul, film yang berdurasi 121 menit ini berlatarkan cerita di era tahun 80an guys. Tak hanya romance, film satu ini juga menceritakan tentang persahabatan, persaingan, dan suasana anak sekolahan kala itu. Ya mirip seperti kisahnya Dilan dan Milea gitu deh.
Film ini gak bakal bikin kamu bosen dari awal sampai akhir. Kenapa? Yuk intip alasan-alasan berikut!
Berkisah tentang seorang siswi, Young Sook, yang merupakan ketua geng paling ditakuti. Meskipun ia seorang gadis yang jago berkelahi, ia tak pernah memukul seseorang apabila orang itu tak bersalah. Ia juga memegang teguh prinsipnya dan benci dengan kepalsuan apalagi kemunafikan. Pokoknya karakter Young Sook ini bener-bener keren, seperti karakter Dilan cuma bedanya dia adalah seorang gadis dan memiliki postur tubuh yang kecil.
Young Sook yang super tangguh menaruh hati sejak kecil kepada pemuda flamboyan nan playboy di sekolahnya. Pemuda itu bernama Joong Gil. Joong Gil yang pernah menggoda hampir seluruh gadis di sekolahnya terkecuali Young Sook, kembali jatuh cinta dengan seorang siswi baru pindahan dari kota. Kali ini Joong Gil yakin bahwa siswi pindahan tersebut adalah cinta sejatinya.
Disatu sisi Young Sook tahu dengan jelas gadis seperti apa siswi baru tersebut. Wah, lantas bagaimana Yoong Sook menghadapi semua itu ? Apakah dia akan berjuang menyadarkan Joong Gil dan menyatakan cintanya atau menyerah?
Nah, jika dalam Dilan kamu akan disuguhkan dengan karakter pemuda yang super romantis, jago berkelahi sekaligus paling ditakuti di seantero sekolahnya, karakter Joong Gil sendiri berbeda seratus delapan puluh derajat dengan Dilan. Ia sama sekali ngga pandai berkelahi, meskipun ia seorang playboy ternama di sekolahnya dalam urusan berkelahi ia sangatlah payah.
Kalau di Indonesia kita punya Iqbaal Ramadhan dan Vanesha Prescilla dalam film Dilan, maka di Korea ada oppa super ganteng Lee Jong Suk dan eonni Park Bo Young nih guys. Mereka sama-sama beradu akting dalam memerankan karakter Joong Gil dan Young Sook. Bagi kamu yang sering nonton drama Korea pasti hafal dengan akting kece mereka, jadi nggak perlu diragukan lagi deh pokoknya.
Akting Lee Joong Suk dalam film ini total banget lho guys. Park Bo Young sendiri pun dengan sangat mudah memerankan karakter Young Sook yang tangguh dan menakutkan. Tak hanya mereka berdua, para pemeran karakter yang lain juga menunjukkan performa terbaik mereka. Meskipun para pemerannya memakai kostum ala era tahun 80-an, mereka semua masih tetep terlihat kece lho. Yakin nggak mau nonton?
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, film ini memiliki setting cerita di era tahun 1982 di SMK Pertanian Hongseong. Dalam film ini kamu akan melihat bagaimana bangunan, sistem pendidikan, seragam sekolah, tempat tongkrongan anak muda serta kehidupan sehari-hari masyarakat Korea di era tahun 80’an. Ternyata engga jauh berbeda lho dengan situasi di dalam film Dilan, terutama nuansa tawurannya.
Meskipun film ini di buat tahun 2014, penggambaran dalam film Hot Young Bloods benar-benar menunjukkan gambaran kehidupan remaja di era tahun 80’an. Nuansa alias pencahayaan gambar yang hangat serta properti yang digunakan begitu sesuai, membuat film ini terlihat apik dan dapat menginterpretasikan dengan jelas kisah remaja angkatan tahun lawas.
Scene romantis dan bikin baper juga banyak. Jangan lupa siapkan tissu ya kalau mau nonton.
Bukan film Korea namanya kalau nggak isi pesan moral. Nah, kalau kamu menonton film ini dari awal, kamu pasti setuju kalau film ini menonjolkan kesan persahabatan yang kental, rasa rela berkorban yang tinggi, berani dalam memperjuangkan segala mimpi yang ingin diraih dan tentunya keberanian untuk selalu berbuat jujur dan benar.
Itu dia tadi 5 alasan kenapa kamu wajib nonton film ini. Film ini sangat direkomendasikan untuk kamu yang ingin mengenang masa sekolahan dengan segala hiruk pikuknya. Dijamin bikin baper maksimal, selamat menonton ya!
Hulaaaa~~~ wah, sudah berapa lama ya aku tidak meng-update blogku sendiri. hahahaha… maaf, maaf… terlalu banyak yang harus dilakukan! Misalnya menonton film, membaca setumpuk novel, dan tentunya menonton drama! Sayangnya, tidak banyak drama yang menarik perhatianku belakangan ini sejak The Moon that Embraces The Sun. Oke, aku menonton drama Korea The Heirs, Medical Top Team, dan Good Doctor, tapi sayangnya menurutku drama-drama tersebut kurang sekuat plot cerita TMTETS. Kim Soo Hyun and Han Ga In still the best artists for me!
Tapi semuanya berubah, sejak aku menonton episode 1 dari drama Jepang Itazura na Kiss~Love in Tokyo atau terjemahan bahasa Inggrisnya Mischievous Kiss.
Bagi penyuka drama, pasti tahu cerita ini diangkat dari manga karya Kaoru Tada (sayangnya manganya tidak selesai karena penulisnya meninggal karena kecelakaan) dan memiliki begitu banyak remake. Yang pertama, tentunya di negara sakura sendiri, ada live-action yang ditayangkan pada tahun 1996, kemudian di-remake di Taiwan dengan judul season pertama It Started with a Kissdan judul season keduanya They Kissed Again. Kemudian Korea ikut me-remake dengan bintang Kim Hyun Joong sebagai Baek Seung Jo (Naoki Irie) dan Jung So Min sebagai Oh Ha Ni (Kotoko Aihara) sebagai lead characters.
Jujur saja, aku baru menonton drama remake versi Korea duluan sebelum yang 2013 ini (YUP!!!Itazura na Kiss~Love in Tokyo ditayangkan pada tahun 2013 dan aku baru menontonnya di Februari 2014! kemana aja sih?!) jadi aku tidak banyak tahu seperti apa alur cerita yang sebenarnya di manga dan animenya. Itu sebabnya saat aku menuju forum yang membahas remake 2013 ini, aku terkejut karena banyak respon kurang baik tentang Naughty Kiss. Aku sendiri sebenarnya kurang merasa cocok dengan pemilihan Kim Hyun Joong sebagai Naoki Irie setelah menonton ItaKiss 2013 ini.
Baiklah, tanpa banyak basa-basi aku tak sabar ingin membahas inti cerita drama ini. Seperti remake-remake sebelumnya, kisah ini dimulai saat Kotoko Aihara memberanikan diri menyerahkan sebuah surat cinta kepada seorang Naoki Irie. Hal ini ditolak dengan dingin oleh Naoki Irie—hal yang patut dimaklumi, mengingat Naoki sendiri kan tidak mengenal siapa Kotoko, masa dia terima Kotoko begitu saja?—kemudian rumah baru Kotoko tertimpa batu meteor dan akhirnya Kotoko dan ayahnya terpaksa menumpang tinggal di rumah sahabat ayahnya. Yang tidak disangkanya, anak dari sahabat ayahnya adalah Naoki Irie! Cowok yang disukainya!!!
Getting hit by a shooting star is one in a milion.
I’m sure that a high school girl moving in with the guy who just dumped her is also one in a milion.
Is this really the beginning of something special and amazing?
Akhirnya plot cerita pun berkembang, cerita Cinderella pun terjadi. Naoki yang awalnya tidak menyukai Kotoko yang dianggapnya sebagai ‘cewek tidak berotak’ akhirnya mulai luluh. Bisa dibilang alasannya mungkin adalah terbiasa, bayangkan saja tiap hari bertemu, berinteraksi, melihat langsung seperti apa kepribadiannya, bagaimana mungkin tidak ada perasaan suka berkembang? Selain itu, Kotoko juga menunjukkan ketulusannya; meskipun ia tahu Naoki tidak mungkin menyukainya, ia tetap bersikap sopan kepada keluarga Naoki. Ia tidak bersikap jahat, malahan ikut panik dan membantu adik Naoki, Yuuki, dengan membawanya ke rumah sakit saat ia (Yuuki) jatuh sakit dan tak ada orang lain di rumah selain Yuuki dan Kotoko.
Love this scene!!!
Walau badai menghadang~ (cieeee…) maksudnya, meskipun ada banyak rintangan (aka saingan cinta) yang datang silih berganti, karena Naoki amat sangat terkenal, Kotoko tetap tidak bisa mencintai laki-laki selain Naoki, meskipun ada Kin-chan yang selalu ada disampingnya. Naoki sendiri, yang masih tidak mengerti (atau emang bodoh? please, how could you don’t understand your own feeling? Oh, I forgot how genius you are. Of course, you don’t understand the most basic feeling of human being. Kidding, Naoki 🙂) perlahan mulai mencintai Kotoko dan kalian bisa menebak ending drama ini.
Jangan pernah katakan bahwa kau mencintai laki-laki lain selain aku
Aku mencintai drama ini!!! Meskipun, seperti yang kusinggung sebelumnya, drama ini sebenarnya sudah dapat ditebak seperti apa alur ceritanya, since it’s a remake. Tapi bukan itu yang membuatku mencintai drama ini. Menurutku, meski alur ceritanya sudah dapat ditebak, namun apabila para artis pemerannya dapat memerankan karakter yang dibawakannya, hal itu membuat drama ini membuat penonton ikut terbawa suasana dramanya, terutama jika drama romantis; pasti bisa membuat hati penontonnya juga ikut berdebar-debar XD. Terutama pemeran ibu Naoki… siapa sih cewek yang nggak mau punya ibu mertua lincah dan sangat penyayang? Tidak seperti di sinetron-sinetron yang masih saja berkutat dengan kasta si cewek dan si cowok, aku suka karakter ibu Naoki yang menyayangi Kotoko. Mungkin memang naluri ibu, meskipun Naoki awalnya merasa apa yang diharapkan ibunya (red. pacaran dan menikah dengan Kotoko) adalah hal yang mustahil, tapi akhirnya? He must admit that he loves Kotoko. Menurutku seluruh jajaran artis sudah memberikan yang terbaik dalam pembuatan drama ini, namun secara khusus, aku memberikan apresiasi pada Yuki Furukawa (古川雄輝 ) yang memainkan tokoh Naoki Irie dengan cukup baik!
Siapa sangka laki-laki ini sudah berusia 26 tahun??? (oke, salah fokus)
Yuki mampu memerankan si berhati dingin, Naoki Irie dengan sangat baik. Aku gregetan banget sepanjang episode (ada 16 episode, btw) karena Naoki JARANG BANGET senyum! Bisa dihitung dengan jari kali berapa kali dia senyum dan sekalinya dia senyum… oh dear, ember mana ember???
Ada banyak adegan favoritku di drama ini, salah satunya seperti di adegan atas ini. Ini adalah salah satu adegan saat Yuuki masuk rumah sakit dan Naoki mencuri ciuman (lagi!) tanpa diketahui Kotoko.
Kotoko: The second kiss…
Naoki: It’s the third… *kiss Kotoko’s cheek* You don’t need to count anymore *hug*
WHO DIDN’T DIE AFTER WATCHING THE MOST MEMORABLE SCENE ON THE LAST EPISODE?! Bahkan adegan ini pun ada di versi Korea, meskipun tidak memberikan efek ‘mematikan’ bagiku :p
Oke, apa yang aku tuliskan ini memang sangat berlebihan. Bisa jadi ini karena aku terlalu overreacted akibat menemukan kembali gebetan baru. Seriously, being single is dangerous. You will always getting crazier when you find someone awesome. Bahkan mungkin kalimat di atas ini kurang menggambarkan perasaanku. But still, I LOVE YUKI FURUKAWA! Thank God I’m 6 years (by years)/7 years (by month, I was born in the last month of the year btw) younger than him, and I’m free love him this much XD Thank God again coz my mental age is 30something which means I’m kind of adult, probably 😀
10 tahun lebih muda atau 10 tahun lebih tua bukanlah masalah untukku. Yang penting dewasa (Yuki saat ditanyai soal kriteria idaman)
Akhirnya, sebagai tanda cintaku pada Yuki-kun, aku ingin menebar pic-nya. Semoga kalian suka, tapi semoga kalian tidak suka pada Yuki (lho)
Bye!!! See you again~~~
I better die after seeing this adorable smile
It’s him on the first debut movie. I forgot the title *what kind of girl I am?*
It’s High School Debut, hahahaha… yes, it’s a comedy movie
Excuse me darling, why so breathtaking?
My dear, why so thin? If you were my boyfriend—no, my future husband XD—I’ll make some nice and healthy meals for you
Sumber : https://duniadeena.wordpress.com/2014/02/06/review-itazura-na-kisslove-in-tokyo/
Anime dan Manga fenomenal karya penulis Tsugumi Ohba dan digambar oleh mangaka Takeshi Obata ini memang tidak akan ada habisnya untuk dibahas. Setelah sukses besar lewat adaptasi live action pada tahun 2006 dengan dibintangi oleh Tatsuya Fujiwara sebagai Light Yagami dan Kenichi Matsuyama sebagai L, pada tahun 2016 Death Note hadir dengan kelanjutannya dengan judul Death Note: Light Up New World dan rencananya akan difilmkan dalam versi bule alias hollywood. Namun bukan itu yang akan dibahas dalam tulisan ini. Sebelum kita bergerak ke sekuel Death Note terbaru, saya akan mengulas Death Note versi dorama atau serial televisi Jepang yang ditayangkan pada tahun 2015 yang lalu.
Death Note versi dorama tahun 2015 kali ini berjumlah 11 episode disutradarai oleh Inomata Ryuchi dan diadaptasi dari manga Death Note karya Tsugumi Ohba & Takeshi Obata. Jika dalam versi layar lebar karakter Light Yagami diperankan oleh Tatsuya Fujiwara, dalam versi dorama ini aktor Masataka Kubota didapuk untuk memerankan sosok pemuda introvert nan idealis sekaligus sedikit ‘tidak waras tersebut’ Sedangkan sosok iconic jenius L yang dulu diperankan secara apik oleh Kenichi Matsuyama kali ini digantikan oleh aktor muda yang terkenal dan sudah banyak membintangi sejumlah live action manga shoujo, Yamazaki Kento. Berbeda dengan versi layar lebarnya, dalam dorama ini terdapat karakter Near yang adalah seorang perempuan (Dalam anime dan manga Near adalah laki-laki.) Near diperankan oleh Mio Yuki. Misa Amane diperanlan oleh artis gravure yang akan membuat mata laki-laki terbelalak. Dan Yutaka Matsuhige sebagai Shoichiro Yagami alias bapaknya Light Yagami.
Plot: Secara garis besar, tidak ada yang berubah dalam inti cerita. Light Yagami seorang pemuda yang introvert dan mempunyai idealisme yang tinggi menemukan sebuah buku catatan bertuliskan Death Note milik Shinigami bernama Ryuk. Light menggunakan buku tersebut untuk membunuh para kriminal dan melakukan pembersihan sesuka hatinya. Siapapun yang namanya ditulis dalam death note, dia akan mati. Kepolisian dunia mencurigai hal ini di mana para penjahat di seluruh dunia mati mendadak dengan serangan jantung. Detektif jenius asal Jepang, “L” mencoba memecahkan kasus ini dengan kecerdasannya bersama Shoichiro Yagami (Ayahnya Light Yagami) yang merupakan Polisi yany menyelidiki kasus Kira (sebutan warga untuk pembunuh para penjahat).

Beberapa perbedaan karakter jelas sekali terlihat. Yang pertama adalah Light Yagami (Masataka Kubota) dalam versi dorama ini Light merupakan mahasiswa yang suka ngidol alias menonton konser idol grup sambil membawa lightstick, Light mengidolakan Misa Amane. Berbeda dengan Light versi Tatsuya Fujiwara yang merupakan mahasiswa yang jenius dan punya pacar serta tidak mengenal Misa Amane sebelum bertemu. Light Yagami dalam versi dorama ini digambarkan lebih manusiawi, pada saat adegan Light bertemu dengan Ryuk sang shinigami pemilik Death Note, Light ketakutan setengah mati dan kabur. Begitu juga saat dia menuliskan nama pada buku Death Note dan mendengar nama yang ditulisnya di Death Note sudah mati, Light begitu sangat ketakutan.Dalam versi Dorama ini, Light diceritakan sudah tidak mempunyai ibu karena sudah meninggal. Oh iya, adik dari Light yaitu Sayu Yagami yang diperankan oleh Reiko Fujiwara terlihat begitu kawaii dan enak dipandang mata ?.
Kemudian karakter L yang diperankan oleh Kento Yamazaki saya benar-benar kurang menyukainya, itu bukan seperti L yang saya kenal seperti dalam anime. L yang ini malah terlihat seperti personil boyband. Begitu juga karakter Near yang seperti dipaksakan aktingnya dan dibuat-buat. Mungkin kalau bukan karena akting Masataka Kubota sebagai Light yang cukup baik,Dorama ini akan menjadi hambar.
Secara keseluruhan, cerita dalam Death Note dorama ini terbilang memuaskan karena nyaris sama dengan anime dan manga, tapi tetap tidak bisa mengalahkan film live action layar lebarnya.
Sumber : http://hilmansky.com/artikel/review-j-drama-death-note-2015/

Aku menonton movie ini tanpa mengecek kembali sinopsis singkatnya, jadi aku udah lupa mengenai detailnya, yang aku ingat hanya si cowok menderifa penyakit jantung. Awalnya aku kira dua tokoh utama adalah teman masa kecil, tapi setelah diperhatikan kok mereka sepertinya memang tidak saling kenal dan ga dekat meski sekelas dan kita juga tidak dijelaskan kenapa si cewek tau penyakit si cowok dan kenapa si cowok kenal ibu si cewek dan kelihatan akrab. Jujur aja, aku sempat berhenti sebentar karena aku bingung, aku bertanya-tanya apakah aku melewatkan sesuatu atau bagaimana HAHAHAHAHA.
Aku langsung cek asianwiki dan baru mengerti apa yang terjadi. Aku baru paham jawaban pertanyaan aku itu. Lol.
Jadi menurut aku, bagi yang menonton langsung tanpa cek sinopsis terlebih dahulu / membaca manganya, aku yakin bakalan bingung banged dan bertanya-tanya, lah kok bisa? mereka kenal? kok cowok akrab sama mama si cewek? kok cewek tau penyakit si cowok? dan lain lain.
Jadi menurut aku, bagian itu kurang dijelaskan oleh penulisnua, jadi bingung sendiri HAHAHAHAHA.
Selain masalah diatas, aku juga merasakan ada bagian yang loncat-loncat dan terlalu cepat di movie ini. Dan kadang aku jadi terdiam sebentar, mikir lagi, kok langsung loncat kesini dan bla bla bla. Jadi ada bagian yang terasa tiba-tiba, singkatnya sih nggak mengalir gitu. Aku susah menjelaskannya bagaimana, misalnya saat gadis itu mengatakan ia akan menemani si cowok. selama 365 hari, bagi yang nggak tau pasti bingung ada apa, kenapa, kok tiba-tiba gitu. Mungkin hanya aku yang merasa begitu, nggak tau juga ya. Pendapat dan penalaran masing-masing kan berbeda 😅
Tapi overall aku suka movienya, bagus. Aku suka banged sama cinematography-nya, pemandangan dan pemilihan warnanya bikin adem mata. Sejuk banged melihat pemandangan di drama ini, padahal nggak banyak lho. Selain itu aku suka akting Marie Itoyo. Dia cute bangeeeeeeeeed 😆 Pas banged jadi Ninon, polos tapi tidak mudah menyerah. Kalau sudah memutuskan melakukan sesuatu dia akan melakukannya sepenuh hati. Manis banged.
Taishi aktingnya sih nggak diragukan lagi ya. Dia cocok Marie, semoga mereka main di drama/movie lainnya nanti.
Oke, jadi ini movie ceritanya tentang apa?
Berikut aku berikan sinopsis singkatnya. Seperti biasa, sinopsis ini mengandung spoiler 100% jadi kalau nggak suka spoiler, bacanya cukup sampai disini saja^^~
Ninon Okamura (Marie Itoyo) adalah siswa SMA yang tidak mempunyai teman. Ia kesulitan bergaul dengan orang lainnya dan lebih suka sendirian. Orang lain tidak pernah melihat matanya, karena ia menumbuhkan poninya melewati matanya. Banyak teman sekelas yang mengejeknya dan membully-nya karena hal itu.
Yujii Kira (Taishi Nakagawa) adalah teman sekelas Ninon. Kira cukup populer di kelasnya dan punya banyak teman. Ia tahu kalau Ninon di bully tapi ia hanya melihatnya saja, ia tidak membantunya sama sekali, padahal anak yang membully itu temannya.
Pernah ada gosip mengenai mata Ninon yang membawa sial apa gimana gitu, Kira penasaran dan sengaja memanggil Ninon saat mereka berpapasan untuk melihat mata Ninon yang ternyata baik-baik saja. Ninon deg degan banged di tatap Kira heheheheeheh.
Aku rasa sejak saat itu dia menyukai Kira.
Suatu hari, Ninon di bully lagi oleh teman sekelasnya, padahal temannya yang salah tapi dia disuruh minta maaf. Ninon sih nurut aja, cuma temannya keterlaluan, mengatakan sebaiknya Ninon mati saja.
Ninon hanya bisa terdiam.
Kira yang anti sama kata ‘mati’ kali ini tidak diam saja. Ia bangkit dan memukul temannya itu, membuat seluruh kelas heboh melerai mereka. Kira yang masih marah pergi ke atap sekolah dan Ninon mengejarnya.
Tapi Ninon tidak bisa bicara saat mereka berhadapan, saat suaranya keluar, keciiiiiiil banged jadi Kira yang bad mood meninggalkannya.
Sebelum Kira pergi, Ninon sempat bertanya apakah Kira akan mati.
Kira diam saja tapi kemudian ia meninggalkan Ninon sambil berkata, kau ini bicara apa sih.
Kira dkk punya sebuah cafe tempat berkumpul dan hari itu mereka berkumpul disana lagi. Kira kemudian melihat Ninon yang pulang sekolah, auranya gelap seperti biasa. Entah kenapa Kira jadi terus memperhatikan Ninon, bagaimana ia mwnepi saat anak-anak lewat dan melanjutkan perjalanan setelah mereka pergi, seolah-olah Ninon takut orang asing.
Pulang sekolah, Ninon menghabiskan waktu merajut di tempat favorite-nya. Hari itu ia melihat Kira disana, sedang bermain bersama anak burung kecil yang kakinya terluka dan berusaha menyemangati anak burung itu agar terbang. Saat anak burung itu berhasil terbang, Kira sangat senang. Tapi kemudian ia tiba-tiba menangis dan menangis, mengatakan kalau ia tidak ingin mati, ia tidak ingin mati sendirian.
Ninon yang mengintip menjadi sedih melihat Kira, seolah-olah itu bukan pertama kalinya ia melihat Kira seperti itu.
Ninon memberanikan diri keluar dari persembunyiannya dan menemui Kira. Di hadapan Kira ia menyatakan cintanya, ia memotong poninya dan mengatakan ia akan menemani Kira selama 365 hari mulai dari sekarang, yang membuat Kira tentu saja bingung. Ia kemudian sadar kalau Ninon tahu mengenai penyakitnya. Ninon yang ternyata baru menyadari apa yang ia lakukan langsung kabur karena malu.
Ninon kembali ke rumah dan melapor pada senseinya, seekor burung peliharaannya HAHAHAHAHA.
Keesokan harinya, Ninon sudah merapikan poninya. Ia berangkat ke sekolah seperti biasa dan ia terkejut melihat Kira sudah menunggunya. Kira mengatakan kalau kemarin Ninon janji akan menemaninya selama 365 hari, jadi ia menagih janji itu. Keduanya berangkat ke sekolah bersama-sama, Ninon tak. berani jalan disamping Kira karena ia masih tak. percaya dengan apa yang terjadi, selain itu ia sudah bahagia berada di jarak sedekat itu dengan Kira yang ia kagumi. Teman-teman Kira juga shock karena Kira berangkat ke sekolah bersama seodang gadis + gadis itu adalah Ninon + Ninon sangat cantik setelah potong poni Hahaahahha.
Di kelas Kira juga mulai bicara pada Ninon. Ninon yang suka menghabiskan waktu merajut memperkenalkan burung peliharaannya pada Kira. Tahu kalau Ninon suka binatang, ia mengajak Ninon ke kebun binatang dan jadilah kencan sehari mereka. Lebih tepatnya Ninon seperti pemandu wisata bagi Kira, karena Ninon selalu menjelaskan mengenai binatang-binatang yang mereka lihat. Kira untuk. pertama kalinya terlihat tersenyum tulus.
Ninon sangat bahagia malam itu karena kencan dadakannya dan Kira. Dimana aku masih bertanya-tanya apa hubungan mereka berdua sebenarnya. Saat adegan itu aku langsung cek asianwiki dan menemukan jawabannya.
Ternyata Ninon dan Kira ini tinggal di lingkungan yang sama, tetanggaan, jadi mereka sudah saling kenal sejak lama, hanya saja mereka tidak pernah bicara satu sama lain. Cuma kenal nama aja.
Nah disini nih yang nggak dijelasin sejak awal, jadinya aku bingung alasan kenapa Ninon kenal dan tahu penyakit Kira LOL. Ninon tahu karena ia pernah mendengar ibu dan ayahnya membicarakan Kira, anak tetangga yang umurnya tinggal 1 tahun lagi, karena penyakit jantung yang diderita Kira.
Sejak hari itu, Kira dan Ninon semakin dekat. Kira bahkan mulai suka sama Ninon. Saat mereka berangkat sekolah, mereka berpapasan dengan seorang gadis yang mengaku teman sekamar Kira saat SMP. Gadis itu bernama Mio Yahagi (Yuna Taira) yang ternyata adalah teman sekamar rawat inap Kira sewaktu ia di rumah sakit. Dari Mio, Ninon tahu sebentar lagi Kira akan berulang tahun.
Ninon mempunyai ide untuk merayakannya, ia bertanya mengenai hal itu pada Yabe Kazuhiro (Shono Hayama) kapan tepatnya Kira berulang tahun dan mulai menyiapkan diam-diam. Ia membuat undangan dan menyebarkan pada teman sekelas mereka dan meminta mereka merahasiakan dari Kira. Ia juga meminta izin pada pemilik cafe tempat Kira dkk biasa ngumpul dan menghias tempat disana. Ninon tak lupa membuat cake ulang tahun Kira. Intinya Ninon melakukan semuanya sendirian.
Hari H, teman-teman memuji Ninon yang mempersiapkan semuanya sendirian dan mereka membuat kejutan untuk Kira yang datang belakangan. Kira tentu saja sangat terharu karena hal itu. Mio juga diundang oleh Ninon. Saat mereka akan membuka cake, Mio mengajak Ninon bicara dan mengatakan kalau Ninon berniat membunub Kira, karena Kira tidak boleh makan yang manis-manis. Mendengar itu, Ninon akhirnya tidak mengeluarkan cake yang ia buat sepenuh hati. Acara berjalan dengan lancar tanpa cake. Dan setelah acara mereka akan pergi karaoke. Tapi Ninon tidak ikut karena mengatakan ada urusan. Dialam perjalanan ke tempat karaoke, mereka berselisih dengan ibu Ninon. Ibu Ninon berterima kasih pada Kira, karena berkat Kira Ninon sekafang punya teman dan bahkan merayakan ulang tahun bersama teman-temannya. Kira terkejut mendengar hal itu, ia tidak tahu kalau Ninon ulang tahun di hari yang sama dengannya. Kira kemudian batal pergi Karaoke dan memutuskan mencari Ninon.
Kira berhasil menemukan Ninon yang bersiap membuang cake ulang tahunnya. Ia berhasil menghentikan Ninon. Disana Kira mulai menceritakan mengenai masa lalunya, setelah ia mengetahui penyakitnya ia tidak bersemangat untuk hidup dan memutuskan masuk ke jalan yang salah. Ia menjadi preman dan sering membuat kekacauan, ia membuat orang-orang disekitarnya kerepotan karenanya. Kira bahkan membuka bajunya dan menunjukkan tato yang ia buat saat SMP. Ia sebenarnya tidak mau mati, tapi ia menjalani kehidupan seperti biasa dan merahasiakan penyakitnya dari teman-temannya dengan pikiran ia siap mati, tapi sejak bertemu Ninon ia mulai merasa kalau ia memiliki alasan untuk hidup. Kira menyatakan perasaannya pada Ninon saat itu, ia ingin menghabiskan waktu singkatnya bersama Ninon. Dan Ninon berjanji ia akan selalu bersama Kira.
Keduanya resmi pacaran malam itu dan keesokan harinya Kira mengumumkannya di depan kelas,membuat teman-temannya terkejut. Hubungan Ninon dan Kira cukup manis, Ninon yang tidak. bisa bersosialisasi akhirnya punya teman, Kira mengajak. Ninon masuk ke kelompoknya, Kira juga orangnya cemburuan pada Ninon yang dekat dengan pria lain hehehehehe. Kissu mereka di ruangan kelas di balik. gorden cukup romantis HAHHAHAHAHA.
Mereka juga merayakan natal bersama, saling tukar hadiah. Ninon mendapat sarung tangan dan Kira mendapat syal.
Suatu hari, saat kencan, Kira mengundang Mio bersama mereka, dimana Mio datang bersama Yabe yang tergila-gila padanya. Mio iseng sengaja menganggu Ninon, mengatakan kalau Kira pernah tidur dengannya dan bahkan menunjukkan fotonya. Aku cukup kaget karena Ninon yang biasanya kalem dan nghak pernah berfikir negatif, terganggu dengan hal itu.
Ia meninggalkan tempat itu saat Kira ke toilet. Setelah Kira tahu apa yang terjadi, ia mengejar Ninon.
Ia berhasil menemukan Ninon dan mengkonfirmsi perasaannya, ia menganggap Mio special karena dia satu-satunya teman dimana ia bisa berbagi mengenai penyakitnya, tapi dihatinya hanya ada Ninon dan tak. ada yang bisa menggantikannya.
Ninon bahagia mendengarnya dan ia memaafkan Kira, ia mengingatkan Kira kalau ia hanya gadis biasa yang juga bisa cemburu. Ninon cute banged saat itu, Kira aja sampai kehilangan kendali HAHAHHAHA.
Mio dan Yabe kemudian datang menemui mereka berdua dan mengejek mereka. Mio ini orangnya jahat tapi baik juga hehehehe. You cant hate her.
Saat mereka sedang asik bicara, tiba-tiba Kira merasa dadanya sakit. Semuanya terkejut. Mio yang sudah terbiasa dengan situasi itu menjadi satu-satunya yang tenang menghadapinya. Ia melakukan yang terbaik untuk Kira sementara Ninon tidak bisa melakukan apapun.
Kira dengan cepat dibawa ke rumah sakit. Yabe shock banged karena ia adalah teman Kira sejak SMP dan ia tidak tahu kalau Kira punya penyakit.
Ninon sangat khawatir pada Kira, Mio menyuruh Ninon tenang karena Kira akan baik-baik saja. Mio menasehati Ninon kalau hal ini akan sering terjadi jika Ninon memutuskan bersama Kira, bagi mereka ini seperti keseharian mereka dan mereka menganggapnya biasa, tapi bagi orang sehat seperti Ninon, pasti panik menghadapinya, kalau Ninon tidak bisa bersikap tenang sebaiknya tinggalkan Kira sekarang.
Kira baik-baik saja setelah kejadian itu. Ninon pulang ke rumah dan masih khawatir, tapi ia berusaha bersikap ia baik-baik saja. Ia mengirim pesan pada Kira mengenai apa yang kira inginkan saat valentine dan Kira menjawab dia ingin Ninon. Ninon awalnya bingung tapi kemudian ia mengerti maksud Kira.
Jadi saat malam valentine, Ninon mengajak Kira ke rumahnya karena orang tuanya sedang pergi.
Mereka ada di kamar Ninon saat ayah Ninon tiba-tiba membuka pintu dan melihat mereka.
Ayah mengajak Kira bicara 4 mata dengannya. Intinya ia ingin Kira memikirkan perasaan puterinya, bagaimana kalau Kira meninggal nanti, Ninon akan sangat menderita. Ia sangat berterima kasih karena Kira membuat Ninon akhirnya mempunyai teman, tapi sebagai seorang ayah, ia tidak bisa membiarkan puterinya bersama laki-laki yang sakit-sakitan. Kira mengerti akan hal itu. Ia meninggalkan rumah Ninon. Ninon marah pada ayahnya karena melakukan hal itu, ia sudah berjanji akan bersama Kira jadi ia ingin menepati janjinya. Meskipun ia di tampar ayahnya, ia tetap keluar mencari Kira. Tapi ia tidak bisa menemukannya.
Keesokan harinya, ia melapor pada Yabe dan Yabe juga jadi khawatir, mereka berusaha menghubungi Kira. Ninon sudah mencari di rumah dan kebun binatang, Kira tidak ada. Mereka juga menghubungi Mio dan Mio beefikir ia tahu Kira ada dimana. Ninon ingin pergi menemui Kira tapi Yabe melarangnya, ia memohon pada Ninon agar membiarkannya sendirian untuk membawa Kira pulang.
Aku suka banged sama adegan ini, karena biasanya kalau ada yang begini pasti si cewek yang akan menemui si cowok. Aku suka penulisnya membuat bagian tersendiri untuk Yabe, dimana kita diperlihatkan sedikit masalalu Yabe yang dulunya sangat pemalu. Ia suka menggambar manga dan Kira adalah yang pertama memujinya. Saat itu ia takut pada Kira karena Kira seorang preman. Tapi sejak saat itu ia ingin berteman dengan Kira dan begitulah mereka menjadi dekat.
Yabe berhasil menemukan Kira dan mengajaknya bicara berdua, ia mengatakan kalau Ninon sangat khawatir pada Kira. Tapi Kira mengatakan ayah Ninon benar, ia seperti bom waktu yang bisa meledak kapan saja. Yabe tidak suka Kira mengatakan hal seperti itu, karena semua manusia sama saja, yang sakit maupun tidak, tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi hari esok. Entah itu ajal tiba besok atau tidak, tidak ada yang tahu. Hal itu membuat Kira berfikir lagi kalau Yabe ada benarnya.
Yabe ingin melakukan sesuatu untuk Kira dan ia ingat pembicaraannya dan Kira tentang Ninon, Kira mengatakan ia ingin hidup selamanya bersama Ninon.
Itu memberi Yabe ide dan meminta bantuan Mio.
Yabe dan Mio berhasil membuatkan acara pernikahan untuk Ninon dan Kira, dimana keduanya saling mengucapkan rasa cinta mereka. Orang tua juga datang saat itu dan ia akhirnya memberi restu pada keduanya. Setelah itu Kira meninggalkan Jepang untuk menjalani perawatannya.
Well, begitulah kira-kira sinopsis drama ini. Bagaimana? Tertarik menontonnya?
Jangan khawatir tentang ending, ini happy ending kok hehehehehe.
Seperti yang aku katakan diatas, ada beberapa adegan di movie ini yang terasa tidak mengalir, meski itu tidak mengurangi kisah movienya, tapi terasa janggal aja. Aku baru inget pas tiba di Gereja, keluar dari Taxi Kira masih pake baju biasa trus masuk ke gereja dia udah pake pakaian lengkap hahahahahaha. Padahal buru-buru, mungkin ganti baju dulu kali ya wkwkwjwwjwj.
Sebenarnya bagi yang nggak mementingkan detail movie sih oke oke aja, cuma kadang aku orangnya sedikit detail dan suka nanya-nanya kalau adegannya ada yang random. Mungkin saya terlalu sensitif ya 😂
Overall ini movienya bagus banged dan sangat di rekomendasikan bagi pencinta live action movie. Aku nggak pernah baca manganya jadi aku sama sekali nggak tahu perbedaan movie ini dari manganya, makanya aku tidak bahas disini. Tapi dari sudut pandang aku movienya sudah lumayan. Ditambah wajah ganteng Taishi dan Marie yang imut, asik asik aja nontonnya 😆

Setelah sekian bulan saya tidak menonton film-film buatan negeri sakura, akhirnya saya bisa menonton lagi lewat film yang sebenarnya sudah dirilis dari tahun lalu, namun saya kesulitan untuk menontonnya karena seperti kebanyakan film Jepang lainnya, film ini tidak ditayangkan di bioskop Indonesia. Jadi ya terpaksa nunggu di “bioskop ponsel”. Dan akhirnya Your Lie In April live action muncul juga dvdrip-nya.
Sebagaimana diketahui Your Lie April atau Shigatsu Wa Kimi no Uso adalah manga shounen bertema musik yang dikarang oleh Naoshi Arakawa dan dipublish pada tahun 2011 hingga 2015. Sementar versi animenya tayang di Jepang dari tahun 2014 sampai Maret 2015 dan langsung mendapatkan popularitas yang tinggi di seluruh dunia dikarenakan mempunyai cerita yang membuat orang-orang digaruk-garuk perasaannya.
Film ini tayang di Jepang pada bulan September 2016, tapi film ini kalah telak oleh Your Name (Kimi no Nawa).
Ada sedikit perbedaan dibandingkan dengan versi anime dan manganya, yaitu jika dalam versi anime & manganya berlatar di SMP maka dalam versi live actionnya ini para tokohnya duduk di bangku SMA agar lebih terasa realistis. Disutradarai oleh Tekehiko Shinjo, sutradara yang sudah menangani beberapa film yang diangkat dari anime.
Untuk pemeran Kousei Arima diberikan kepada sang pangeran Shoujo, Kento Yamazki yang akhir-akhir ini sedang naik daun karena banyak sekali film-film live action yang sudah dibintanginya dan aktor muda pujaan gadis-gadis di Jepang itu memang dirasa sangat cocok untuk memerankan tokoh Kousei yang berkacamata.Si cantik Suzu Hirose, aktris muda Jepang yang juga tengah meroket karirnya di industri hiburan Jepang didapuk untuk memerankan Kaori Miyazono, gadis yang pandai bermain biola. Lagi-lagi Suzu adalah pilihan yang pas untuk memerankan Kaori. Sementara peran Tsubaki Sawabe dan Watari diperankan oleh Anna Ishii dan Taishi Nakagawa.

Berkisah tentang Kousei Arima (Kento Yamazaki) seorang pianis muda terkenal Jepang yang mempunyai skill di atas rata-rata dan prestasi yang luar biasa harus menderita trauma yang sangat mendalam setelah kematian sang ibu saat dia berada di puncak karirnya di usia yang masih sangat muda. Kousei tinggal bersama bibinya setelah ibunya meninggal, dan dia mempunyai sahabat sekaligus tetangganya yang sudah dekat sejak mereka kecil, Tsubaki Sawabe (Anna Ishii) dan satu lagi sahabat di sekolahnya, Ryota Watari (Taishi Nakagawa). Suatu hari Tsubaki mengenalkan Kousei dengan Kaori Miyazono (Suzu Hirose) yang seorang violinis yang sebenarnya satu sekolahan dengan mereka. Pertemuan Kousei dengan Kaori ini menjadikan kisah yang akan tak terlupakan karena mengubah hidup Kousei Arima. Di mana Kaori mencoba untuk mengeluarkan Kousei dari keterpurukan dan trauma pasca tragedi yang menimpanya. Kousei yang saat itu mengalami trauma psikologis berupa sulit mendengar nada piano dan membuatnya tidak bisa bermain piano dengan baik mengingat rasa bersalahnya atas kematian sang ibu yang sudah mendidiknya dengan sangat keras.
Kaori berusaha untuk mengembalikan Kousei ke dunia musik, secara perlahan keduanya semakin hari semakin dekat setelah Kousei terpesona dengan permainan biola dari Kaori. Kousei lama-lama menyukainya tapi tak bisa mengungkapkan perasaannya karena yang dia tahu adalah Kaori menyukai Watari. Kisah cinta menjadi rumit karena Tsubaki sudah lama mencintai Kousei tapi Kousei tidak pernah peka.
Mungkin bagi yang sudah nonton animenya mudah sekali menebak jalan ceritanya karena memang sangat sama dan nyaris tidak ada perbedaan sama sekali termasuk dengan penyakit yang diderita oleh Kaori. Jika di dalam animenya berjumlah 22 episode yang kebanyakan konfliknya berputar-putar di situ saja maka dalam live action-nya ini dipersingkat tapi masih jelas dan mengena. Walaupun perkembangan karakter dari Kousei Arima dirasa terlalu cepat namun itu sangat wajar mengingat terbatasnya durasi. Kento Yamazaki memang bukanlah aktor yang hanya sekedar jual tampang saja, dia punya bakat akting yang baik dan semakin banyak film yang dibintanginya. Kento yang biasanya memerankan pria muda populer di sekolah yang cool dan tamvan di film ini berhasil menjadi pianis muda berkacamata dengan penderitaan yang disimpan di dalam hatinya. Suzu Hirose, dia aktris super kawaii yang doramanya sudah saya tonton semua memang sangat cocok menjadi Kaori Miyazono. Ana Ishii yang memainkan gadis yang cintanya dipendam dan tak terbalas juga bisa dibilang lumayan sedangkan Taishi yang memerankan Ryota Watari tidak terlalu menonjol tapi itu wajar karena dalam versi animenya karakter Watari juga tidak terlalu menonjol.
Momen-momen akhir saat Kousei dan Kaori memainkan piano dan biola bersama menjadi puncaknya walaupun adegan tersebut tidak sebagus dan seemosional versi animenya. Seeandainya saya belum pernah nonton versi animenya mungkin saya bisa lebih menikmati film ini dengan alur ceritanya. Overall, versi live action ini bisa dikatakan cukup bagus dan bisa untuk mengulangi “baper” yang sebelumnya pernah dirasakan dalam animenya.
Sumber : http://hilmansky.com/review-movie/review-your-lie-in-april-live-action-2016/
Drama : Encounter / Boyfriend (남자친구)
Director : Park Shin-Woo
Writer : Yoo Young-A
Network : tvN
Episodes : 16
Release Date : November 28, 2018 – January 17, 2019
Runtime : Wed. & Thu. 21:30
Language : Korean
Country : South Korea
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
| Song Hye-Kyo | Park Bo-Gum | Jang Seung-Jo | Jeon So-Nee |
| as Cha Soo-Hyun | as Kim Jin-Hyeok | as Jung Woo-Seok | as Jo Hye-In |
Cha Soo-Hyun (Song Hye-Kyo) adalah anak dari politikus. Setelah dia lulus kuliah, dia menikah dengan anak dari keluarga yang menjalankan sebuah perusahaan besar. Pernikahannya adalah transaksi untuk kebutuhan politik ayahnya. Suaminya menjalin perselingkuhan dan menginginkan perceraian. Cha Soo-Hyun sekarang telah bercerai. Dia menjadi CEO sebuah hotel.
Kim Jin-Hyeok (Park Bo-Gum) pria muda biasa. Dia berusaha menemukan pekerjaan penuh dan bekerja sebagi pekerja part-time sembari menunggu pekerjaan fultimenya. Ketika berusia 20an, Kim Jin-Hyeok memutuskan untuk melakukan perjalanan ke Kuba. Disana dia bertemu dengan Cha Soo-Hyun.Mereka memiliki They have a brief encounter. Ketika mereka kembali ke Korea, dia menerima telepon panggilan dari hotel. Sebelum ke Kuba dia sudah melakukan interview di hotel tersebut untuk pekerjaan. Dia mulai mengetahui dia diterima dan Cha Soo-Hyun adalah CEOnya.
Dramaini mendapatkan rating 8.6% di awal penayangannya dan terus naik hingga 10.3%. Rating yang sangat bagus untuk drama yang tayang di tv cabel. Encouter merupakan drama yang ditunggu tunggu.pasalnya pemain utamanya adalah pemain top sekelas Park Bo Gum dan Song Hye Kyo. Tidak bisa dibayangkan bagaimana ceritanya, terlebih adalah karena Park Bo Gum adalah teman dekat Song joong ki Yang merupakan suami dari Song Hye Kyo.
Saat pertama menyaksikan drama ini di episode awal terasa datar karena baru menceritakan latar belakang. Sikap CEO yang dijuluki putri es. Anak muda yang sedang ingin menikmati liburannya di kuba.
Namun sampai di episode 3 dan selanjutnya kamu akan dibuat gemes sama aktingnya Park Bo Gum. Pemuda polos yang mempunyai cinta tulus kepada CEO yang berhati es pun akhirnya luluh juga olehnya. Sikapnya dan ekspresi Park Bo Gum yang seperti anak anjing yang bersikat imut sehingga membuat susah untuk menolaknya.

Perjalanan merekapun menjadi sulit ketika mantan mertua CEO berusaha membuatnya untuk rujuk. Banyak berita tersiar dimedia tentang CEO yang pacaran dengan brondong. Brondong yang dibilang stalker. Sampai CEO yang dianggap memakai otoritas untuk mengajak bawahannya jalan.
Banyak hal berkecamuk di hati CEO, dimana setiap tindakannya terasa menyesakkan. Meski begitu, dia juga menyukai Jin Hyeok. Mereka berdua akhirnya berjuang bersama melawan berbagai rintangan.

Kalau kamu suka drama yang romantis dan mengharukan, drama ini recomended banget buat disaksikan. Apalagi melihat akting park bo gum yang selalu bikin gemes dan halillyu.
Kalau menurut para chingu sendiri bagaimana tentang drama ini?
Other Cast
Moon Sung-Geun as Cha Jong-Hyun
Nam Gi-Ae as Jin Mi-Ok
Ko Chang-Seok as Nam Myung-Sik
Kwak Sun-Young as Jang Mi-Jin
Shin Jung-Keun as Kim Jang-Soo
Kim Joo-Hun as Lee Dae-Chan
Cha Hwa-Yeon as Kim Hwa-Jin
Kim Hye-Eun as Kim Sun-Joo
Jeon So-Nee as Jo Hye-In
Sumber : https://reviewdramaasia.com/2018/12/18/review-drama-korea-encounter-boyfriend/

Sepanjang tahun 2018, stasiun televisi kabel Korea Selatan, tvN selalu sukses menghadirkan drama Korea dengan bintang-bintang populer. Mulai dari drama ‘What’s Wrong with Secretary Kim’, ‘Mr. Sunshine’, ‘100 Days My Prince’, ‘Encounter’, dan masih banyak lagi.
Menjelang akhir tahun, pihak tvN kembali menayangkan salah satu drama andalannya, ‘Memories of the Alhambra’. Tayang sejak 1 Desember lalu, drama ini juga menjadi salah satu tayangan yang paling dinantikan oleh penonton.
Bagaimana tidak, drama ini menandai kembalinya aktor Hyun Bin di layar kaca, setelah sebelumnya vakum sejak tampil dalam drama Korea ‘Hyde Jekyll, Me’ pada 2015 lalu. Kemunculannya dalam dalam drama ini tentu saja sudah diantisipasi oleh para penggemar yang merindukan kemampuan aktingnya.
‘Memories of the Alhambra’ menyajikan hal yang sebelumnya tidak pernah diangkat dalam drama Korea, yaitu dunia game AR (Augmented Reality). Drama ini menceritakan mengenai Yoo Jin Woo, seorang CEO perusahaan investasi yang memulai petualangannya di Granada, Spanyol.
Di sana, ia dapat merasakan sensasi bermain game AR yang membuat ketagihan serta menantang adrenalin. Game tersebut diciptakan oleh Jung Se Joo, seorang programmer introvert dan memiliki dunianya sendiri, sehingga ia terkesan menjauhi kehidupan sosial.
Hal ini membuat Yoo Jin Woo secara tak sengaja berkenalan dengan Jung Hee Joo, kakak kandung serta wakil resmi dari Jung Se Joo. Sayang, pertemuan awal tersebut justru berakhir dengan kekacauan, saat Yoo Jin Woo marah dan membentak Jung Hee Joo. Ia merasa bahwa Jung Hee Joo memberikan pelayanan buruk saat ia menginap di hostel yang dikelola oleh wanita tersebut.

Selain itu, pihak produksi mampu menyajikan pantulan cahaya lampu di jalan-jalan malam Granada dengan cara yang menakjubkan. Lewat drama ini, penonton mampu menjelajahi setiap sisi pesona kota tua Granada yang ditampilkan. Jalan ceritanya juga dikemas dengan menyegarkan dan seru, membuat para penonton puas.
Adegan itu berawal saat Jin Woo menatap ke langit dan melihat sebuah batu besar menghantam bangunan di sebelahnya. Setelah itu, saat ia menatap ke arah ujung jalan, saat seorang kesatria abad ke-15 yang misterius muncul dari kabut. Kesatria tersebut menunggangi kuda dengan panah yang menyembul keluar dari baju zirahnya. Tak lama kemudian, ia kemudian bertarung dengan tentara abad ke 15 lainnya yang turun dari atas pilar air mancur di depannya.
Adegan ini tampak seperti bagian dari jalan cerita drama, sehingga penonton mungkin bertanya-tanya apa maksud dari adegan tersebut. Namun, beberapa saat setelahnya, pihak produksi baru menjelaskan maksud kejadian itu lewat percakapan Yoo Jin Woo dengan salah satu karyawannya.
Terlebih lagi, tidak ada batasan yang mampu menunjukkan mana adegan nyata yang dialami oleh Yoo Jin Woo, serta petualangan yang dilakukannya dalam game tersebut. Semuanya terasa begitu menyatu dan alami. sehingga terkesan sangat nyata bagi penonton.
Tak hanya itu, drama ini juga memiliki kekuatan lain, yaitu kemampuan akting para pemainnya. Chemistry yang ditampilkan oleh Park Shin Hye dan Hyun Bin mampu membuat keseluruhan plot drama ini terasa menarik. Terlebih, Hyun Bin mampu tampil serius sekaligus lucu secara bersamaan.
Bagaimana, tertarik menikmati dunia game AR lewat drama Korea ini?