Diposkan pada Film Jepang

Ao Haru Ride Live Action (review)

Sinopsis
Ao Haru Ride/Aoharaido menceritakan kisah yang berpusat pada tokoh utama wanita Yoshioka Futaba. Yoshioka Futaba memiliki beberapa alasan kenapa dia ingin me’reset’ citranya & kehidupan barunya di SMA. Karena dia cantik, dia dikucilkan oleh teman-teman perempuannya di SMP, dan karena kesalahpahaman, dia tak bisa mengutarakan perasaannya pada seorang anak laki-laki yang dia sukai yaitu Tanaka Kou. Sekarang di SMA, dia bertekad untuk menjadi tak terlihat seperti wanita yang feminim, sehingga teman-temannya tidak cemburu lagi. Saat dia sudah nyaman dengan kehidupannya yang sekarang, dia bertemu dengan Tanaka-kun lagi, tapi sekarang dia sudah merubah namanya menjadi Mabuchi Kou. Dia mengatakan padanya bahwa dia merasakan hal yang sama seperti yang ia lakukan saat mereka masih muda, tapi sekarang segalanya tak pernah sama lagi. Akankah Futaba dapat melanjutkan cintanya yang bahkan belum pernah ia mulai sejak 4 tahun yang lalu?
Genre: Romance, School Life, Slice of Life



Film ini adalah film yang diadaptasi dari anime/manga karya Sakisaka Io dengan judul yang sama yaitu “Ao Haru Ride” atau bisa juga disebut “Blue Spring Ride“. Ao Haru Ride dirilis pada bulan Desember 2014. Tapi gue baru nonton bulan September 2015. Hiks.. Lama sekali aku menunggu~

Kalo ngomongin film yang diadaptasi dari anime/manga, pasti kita selalu membandingkan dengan anime dan manga nya juga. Karna biasanya ada beberapa perbedaan dalam alur ceritanya. Anime sama manga aja kadang ceritanya gak selalu mirip 100%, Live Action juga pasti beda lah.

Tapi, menurut gue secara pribadi sih, kalo film Live Action itu yang lebih utama yaitu pemainnya. Pemainnya harus mirip seperti di Anime/manga nya, kalo gak mirip jadi kurang menghayati nontonnya._. Mengecewakan juga. Kalo menurut kalian gitu juga gak sih?
Yaudah, pertama-tama, gue mau membahas pemain di film ini dulu nih. Gue takjub karna pemain Live Action ini mirip-mirip semua seperti di Anime/manga nyaaaa!! Malah lebih cakep!! Kyaaaaaa….. x_x

 

Honda Tsubasa sebagai Yoshioka Futaba

 

Higashide Masahiro sebagai Mabuchi Kou

 

Yoshizawa Ryo sebagai Kominato Aya

 

Fujimoto Izumi sebagai Makita Yuuri

 

Shinkawa Yua sebagai Murao Shuuko
Chiba Yudai sebagai Kikuchi Touma
Pemeran Futaba sama Kou pas masih SMP juga mirip

 

Untuk Murao Shuuko, kalo gue bilang sih mungkin lebih mirip kalo dia gak berponi. Hehe. Yaudalah gapapa, sama aja kok. Yuuri juga kawaii bangeeettt! Gimana? Mirip-mirip semua kan? Terutama Kou nya yang ganteng 😀 Futaba nya juga cantik kok! Semuanya cakep-cakep kalo gue bilang. Kecuali Kikuchi Touma, imut sih, tapi agak kemayu gimanaa gitu..

 

Selain itu, aktingnya juga bagus-bagus, pendalaman karakternya juga dapet banget! Ekspresi mereka pas meranin karakter masing-masing juga gak datar ataupun kaku sama sekali. Seperti Karakter Kou yang agakcool, selalu bersikap kasar,  tapi sebenarnya perhatian dan baik hati. Futaba yang bawel, heboh, dan hebring. Shuuko yang cuek, cool, tapi baik. Yuuri yang kawaii, feminim, baik, dan lemah lembut. Kominato yang selalu bersemangat, heboh, dan suka meramaikan suasana. Semuanya diperankan dengan baik dan sangat cocok sekali diperankan oleh mereka.
Dari segi ceritanya sendiri, dalam film Live Action ini lebih banyak ngambil cerita dari manga nya. Film ini gak ngambil cerita dari Anime nya, karna Anime nya tamat cuma sampe 12 episode dengan ending yang nanggung. Mungkin karna manga nya belum kelar waktu itu. Kalo sekarang mah udah.
80% ceritanya hampir mirip seperti di manga, dan sisanya ada yang berbeda. Dengan durasi yang singkat (2 jam-an), udah pasti lah ceritanya agak disingkat juga. Tapi kalo menurut gue pas kok, nyingkatnya gak terlalu banyak dan gak terkesan buru-buru. Endingnya juga jelas, gak gantung kayak Live Action lain (beberapa sih).
Tapi, kadang gue ngerasa kalo film ini agak-agak sepi gitu. Apa karna soundtrack/backsound nya kurang ya? Gak ngerti juga tuh..
Yang mengisi soundtrack dalam film ini adalah lagu dari Ikimono Gakari yang berjudul Kirari. Dijamin lagunya enak, Ikimono Gakari gitulohh.. Sayangnya soundtrack tersebut baru nongol pas penghabisannya doang-_- Ya, meskipun gue lebih suka soundtrack di anime nya sih. Kayak: Sekai wa koi ni ochiteiru hikari no ya mune o sasu, kimi wo wakaritaindayo, “Nee, Oshiete!”~ Apalagi pas Kou sama Futaba lagi berdua tuh, langsung deh dilantunkan lagu ini: kudarizaka fumikiri made atashi wa muchuu de hashitta.  Kono koi wo saegiru you ni densha wa sugisattaTooi hi no kioku umi no kagayaki kisetsuwa meguru hikoukigumo ni me wo hosomete~~~
 
Lagu ini bener-bener pas buat yang setia menunggu seseorang….. Oke, jangan pada baper yak!
Pokoknya film ini bener-bener bagus dan gak mengecewakan deh! Terlepas dari pemainnya yang cakep-cakep (Haha), ceritanya juga bagus.

Cerita tentang semangat di masa muda/remaja. Kisah persahabatan yang sesungguhnya, tentang kebersamaan, apalagi ketika kedua sahabat itu trnyata menyukai orang yang sama dan saling jujur satu sama lain. Tapi salah satunya mengalah, berusaha seakan itu bukan masalah dan lebih memilih sahabatnya ketimbang cintanya yang mungkin akan merusak pershabatan mereka. Itu sangat keren sekalih! :’D

Belum lagi cerita tentang kisah hidupnya Kou. Penyebab kenapa Kou yang sekarang lebih bersikap acuh, dan tidak peduli dengan keadaan sekitar, selalu bersikap dingin dsb. Dan itu karna kisah Kou bersama ibunya. Duh, di adegan itu bikin gue mewek! Siapa sih yang gak sedih kalo udah bawa-bawa orangtua? Apalagi cerita tentang Ibu:'(

Di film ini juga kadang bikin baper, ketika lo udah berusaha move on karna orang yang lo sukain ilang tanpa kabar begitu aja, eh tiba-tiba dia malah muncul lagi, dengan sikap yang berbeda pula. Dan inget, jangan pernah gantungin perasaan orang! Kalo gak suka bilang, kalo suka juga bilang, beri kejelasan. Jangan bersikap seolah-olah memberi harapan tapi setelah itu ngilang lagi kayak si Kou ini. Rese abis……
Tuhkan, gue nulisnya jadi terbawa suasana gini.. Haha. Gue kan cuma menjelaskan sedikit pesan & kesan dari film ini :p

Dan di film ini juga seperti menjelaskan kalo move on itu sulit, biarpun udah ada seseorang yang mau menjadi ‘sarana’ untuk move on, tetep aja perasaan kepada orang tersebut gak bisa ilang dengan semudah itu.

Yiahahaaa.. Udh ah, kok jd penggalauan massal gini?? Yaudah, bagi yg penasaran pgn nnton, gue udh sertakan 2 link di akhir postingan ini. Siap2 aja abs nnton ini pada baper. Wakakak

Tinggalkan komentar