Film ini adalah film yang diadaptasi dari anime/manga karya Sakisaka Io dengan judul yang sama yaitu “Ao Haru Ride” atau bisa juga disebut “Blue Spring Ride“. Ao Haru Ride dirilis pada bulan Desember 2014. Tapi gue baru nonton bulan September 2015. Hiks.. Lama sekali aku menunggu~
Kalo ngomongin film yang diadaptasi dari anime/manga, pasti kita selalu membandingkan dengan anime dan manga nya juga. Karna biasanya ada beberapa perbedaan dalam alur ceritanya. Anime sama manga aja kadang ceritanya gak selalu mirip 100%, Live Action juga pasti beda lah.
|
| Honda Tsubasa sebagai Yoshioka Futaba |
![]() |
| Higashide Masahiro sebagai Mabuchi Kou |
|
| Yoshizawa Ryo sebagai Kominato Aya |
![]() |
| Fujimoto Izumi sebagai Makita Yuuri |
![]() |
| Shinkawa Yua sebagai Murao Shuuko |
![]() |
| Chiba Yudai sebagai Kikuchi Touma |
![]() |
| Pemeran Futaba sama Kou pas masih SMP juga mirip |
Cerita tentang semangat di masa muda/remaja. Kisah persahabatan yang sesungguhnya, tentang kebersamaan, apalagi ketika kedua sahabat itu trnyata menyukai orang yang sama dan saling jujur satu sama lain. Tapi salah satunya mengalah, berusaha seakan itu bukan masalah dan lebih memilih sahabatnya ketimbang cintanya yang mungkin akan merusak pershabatan mereka. Itu sangat keren sekalih! :’D
Belum lagi cerita tentang kisah hidupnya Kou. Penyebab kenapa Kou yang sekarang lebih bersikap acuh, dan tidak peduli dengan keadaan sekitar, selalu bersikap dingin dsb. Dan itu karna kisah Kou bersama ibunya. Duh, di adegan itu bikin gue mewek! Siapa sih yang gak sedih kalo udah bawa-bawa orangtua? Apalagi cerita tentang Ibu:'(
Di film ini juga kadang bikin baper, ketika lo udah berusaha move on karna orang yang lo sukain ilang tanpa kabar begitu aja, eh tiba-tiba dia malah muncul lagi, dengan sikap yang berbeda pula. Dan inget, jangan pernah gantungin perasaan orang! Kalo gak suka bilang, kalo suka juga bilang, beri kejelasan. Jangan bersikap seolah-olah memberi harapan tapi setelah itu ngilang lagi kayak si Kou ini. Rese abis……
Tuhkan, gue nulisnya jadi terbawa suasana gini.. Haha. Gue kan cuma menjelaskan sedikit pesan & kesan dari film ini :p
Dan di film ini juga seperti menjelaskan kalo move on itu sulit, biarpun udah ada seseorang yang mau menjadi ‘sarana’ untuk move on, tetep aja perasaan kepada orang tersebut gak bisa ilang dengan semudah itu.
Yiahahaaa.. Udh ah, kok jd penggalauan massal gini?? Yaudah, bagi yg penasaran pgn nnton, gue udh sertakan 2 link di akhir postingan ini. Siap2 aja abs nnton ini pada baper. Wakakak

Aku menonton movie ini tanpa mengecek kembali sinopsis singkatnya, jadi aku udah lupa mengenai detailnya, yang aku ingat hanya si cowok menderifa penyakit jantung. Awalnya aku kira dua tokoh utama adalah teman masa kecil, tapi setelah diperhatikan kok mereka sepertinya memang tidak saling kenal dan ga dekat meski sekelas dan kita juga tidak dijelaskan kenapa si cewek tau penyakit si cowok dan kenapa si cowok kenal ibu si cewek dan kelihatan akrab. Jujur aja, aku sempat berhenti sebentar karena aku bingung, aku bertanya-tanya apakah aku melewatkan sesuatu atau bagaimana HAHAHAHAHA.
Aku langsung cek asianwiki dan baru mengerti apa yang terjadi. Aku baru paham jawaban pertanyaan aku itu. Lol.
Jadi menurut aku, bagi yang menonton langsung tanpa cek sinopsis terlebih dahulu / membaca manganya, aku yakin bakalan bingung banged dan bertanya-tanya, lah kok bisa? mereka kenal? kok cowok akrab sama mama si cewek? kok cewek tau penyakit si cowok? dan lain lain.
Jadi menurut aku, bagian itu kurang dijelaskan oleh penulisnua, jadi bingung sendiri HAHAHAHAHA.
Selain masalah diatas, aku juga merasakan ada bagian yang loncat-loncat dan terlalu cepat di movie ini. Dan kadang aku jadi terdiam sebentar, mikir lagi, kok langsung loncat kesini dan bla bla bla. Jadi ada bagian yang terasa tiba-tiba, singkatnya sih nggak mengalir gitu. Aku susah menjelaskannya bagaimana, misalnya saat gadis itu mengatakan ia akan menemani si cowok. selama 365 hari, bagi yang nggak tau pasti bingung ada apa, kenapa, kok tiba-tiba gitu. Mungkin hanya aku yang merasa begitu, nggak tau juga ya. Pendapat dan penalaran masing-masing kan berbeda 😅
Tapi overall aku suka movienya, bagus. Aku suka banged sama cinematography-nya, pemandangan dan pemilihan warnanya bikin adem mata. Sejuk banged melihat pemandangan di drama ini, padahal nggak banyak lho. Selain itu aku suka akting Marie Itoyo. Dia cute bangeeeeeeeeed 😆 Pas banged jadi Ninon, polos tapi tidak mudah menyerah. Kalau sudah memutuskan melakukan sesuatu dia akan melakukannya sepenuh hati. Manis banged.
Taishi aktingnya sih nggak diragukan lagi ya. Dia cocok Marie, semoga mereka main di drama/movie lainnya nanti.
Oke, jadi ini movie ceritanya tentang apa?
Berikut aku berikan sinopsis singkatnya. Seperti biasa, sinopsis ini mengandung spoiler 100% jadi kalau nggak suka spoiler, bacanya cukup sampai disini saja^^~
Ninon Okamura (Marie Itoyo) adalah siswa SMA yang tidak mempunyai teman. Ia kesulitan bergaul dengan orang lainnya dan lebih suka sendirian. Orang lain tidak pernah melihat matanya, karena ia menumbuhkan poninya melewati matanya. Banyak teman sekelas yang mengejeknya dan membully-nya karena hal itu.
Yujii Kira (Taishi Nakagawa) adalah teman sekelas Ninon. Kira cukup populer di kelasnya dan punya banyak teman. Ia tahu kalau Ninon di bully tapi ia hanya melihatnya saja, ia tidak membantunya sama sekali, padahal anak yang membully itu temannya.
Pernah ada gosip mengenai mata Ninon yang membawa sial apa gimana gitu, Kira penasaran dan sengaja memanggil Ninon saat mereka berpapasan untuk melihat mata Ninon yang ternyata baik-baik saja. Ninon deg degan banged di tatap Kira heheheheeheh.
Aku rasa sejak saat itu dia menyukai Kira.
Suatu hari, Ninon di bully lagi oleh teman sekelasnya, padahal temannya yang salah tapi dia disuruh minta maaf. Ninon sih nurut aja, cuma temannya keterlaluan, mengatakan sebaiknya Ninon mati saja.
Ninon hanya bisa terdiam.
Kira yang anti sama kata ‘mati’ kali ini tidak diam saja. Ia bangkit dan memukul temannya itu, membuat seluruh kelas heboh melerai mereka. Kira yang masih marah pergi ke atap sekolah dan Ninon mengejarnya.
Tapi Ninon tidak bisa bicara saat mereka berhadapan, saat suaranya keluar, keciiiiiiil banged jadi Kira yang bad mood meninggalkannya.
Sebelum Kira pergi, Ninon sempat bertanya apakah Kira akan mati.
Kira diam saja tapi kemudian ia meninggalkan Ninon sambil berkata, kau ini bicara apa sih.
Kira dkk punya sebuah cafe tempat berkumpul dan hari itu mereka berkumpul disana lagi. Kira kemudian melihat Ninon yang pulang sekolah, auranya gelap seperti biasa. Entah kenapa Kira jadi terus memperhatikan Ninon, bagaimana ia mwnepi saat anak-anak lewat dan melanjutkan perjalanan setelah mereka pergi, seolah-olah Ninon takut orang asing.
Pulang sekolah, Ninon menghabiskan waktu merajut di tempat favorite-nya. Hari itu ia melihat Kira disana, sedang bermain bersama anak burung kecil yang kakinya terluka dan berusaha menyemangati anak burung itu agar terbang. Saat anak burung itu berhasil terbang, Kira sangat senang. Tapi kemudian ia tiba-tiba menangis dan menangis, mengatakan kalau ia tidak ingin mati, ia tidak ingin mati sendirian.
Ninon yang mengintip menjadi sedih melihat Kira, seolah-olah itu bukan pertama kalinya ia melihat Kira seperti itu.
Ninon memberanikan diri keluar dari persembunyiannya dan menemui Kira. Di hadapan Kira ia menyatakan cintanya, ia memotong poninya dan mengatakan ia akan menemani Kira selama 365 hari mulai dari sekarang, yang membuat Kira tentu saja bingung. Ia kemudian sadar kalau Ninon tahu mengenai penyakitnya. Ninon yang ternyata baru menyadari apa yang ia lakukan langsung kabur karena malu.
Ninon kembali ke rumah dan melapor pada senseinya, seekor burung peliharaannya HAHAHAHAHA.
Keesokan harinya, Ninon sudah merapikan poninya. Ia berangkat ke sekolah seperti biasa dan ia terkejut melihat Kira sudah menunggunya. Kira mengatakan kalau kemarin Ninon janji akan menemaninya selama 365 hari, jadi ia menagih janji itu. Keduanya berangkat ke sekolah bersama-sama, Ninon tak. berani jalan disamping Kira karena ia masih tak. percaya dengan apa yang terjadi, selain itu ia sudah bahagia berada di jarak sedekat itu dengan Kira yang ia kagumi. Teman-teman Kira juga shock karena Kira berangkat ke sekolah bersama seodang gadis + gadis itu adalah Ninon + Ninon sangat cantik setelah potong poni Hahaahahha.
Di kelas Kira juga mulai bicara pada Ninon. Ninon yang suka menghabiskan waktu merajut memperkenalkan burung peliharaannya pada Kira. Tahu kalau Ninon suka binatang, ia mengajak Ninon ke kebun binatang dan jadilah kencan sehari mereka. Lebih tepatnya Ninon seperti pemandu wisata bagi Kira, karena Ninon selalu menjelaskan mengenai binatang-binatang yang mereka lihat. Kira untuk. pertama kalinya terlihat tersenyum tulus.
Ninon sangat bahagia malam itu karena kencan dadakannya dan Kira. Dimana aku masih bertanya-tanya apa hubungan mereka berdua sebenarnya. Saat adegan itu aku langsung cek asianwiki dan menemukan jawabannya.
Ternyata Ninon dan Kira ini tinggal di lingkungan yang sama, tetanggaan, jadi mereka sudah saling kenal sejak lama, hanya saja mereka tidak pernah bicara satu sama lain. Cuma kenal nama aja.
Nah disini nih yang nggak dijelasin sejak awal, jadinya aku bingung alasan kenapa Ninon kenal dan tahu penyakit Kira LOL. Ninon tahu karena ia pernah mendengar ibu dan ayahnya membicarakan Kira, anak tetangga yang umurnya tinggal 1 tahun lagi, karena penyakit jantung yang diderita Kira.
Sejak hari itu, Kira dan Ninon semakin dekat. Kira bahkan mulai suka sama Ninon. Saat mereka berangkat sekolah, mereka berpapasan dengan seorang gadis yang mengaku teman sekamar Kira saat SMP. Gadis itu bernama Mio Yahagi (Yuna Taira) yang ternyata adalah teman sekamar rawat inap Kira sewaktu ia di rumah sakit. Dari Mio, Ninon tahu sebentar lagi Kira akan berulang tahun.
Ninon mempunyai ide untuk merayakannya, ia bertanya mengenai hal itu pada Yabe Kazuhiro (Shono Hayama) kapan tepatnya Kira berulang tahun dan mulai menyiapkan diam-diam. Ia membuat undangan dan menyebarkan pada teman sekelas mereka dan meminta mereka merahasiakan dari Kira. Ia juga meminta izin pada pemilik cafe tempat Kira dkk biasa ngumpul dan menghias tempat disana. Ninon tak lupa membuat cake ulang tahun Kira. Intinya Ninon melakukan semuanya sendirian.
Hari H, teman-teman memuji Ninon yang mempersiapkan semuanya sendirian dan mereka membuat kejutan untuk Kira yang datang belakangan. Kira tentu saja sangat terharu karena hal itu. Mio juga diundang oleh Ninon. Saat mereka akan membuka cake, Mio mengajak Ninon bicara dan mengatakan kalau Ninon berniat membunub Kira, karena Kira tidak boleh makan yang manis-manis. Mendengar itu, Ninon akhirnya tidak mengeluarkan cake yang ia buat sepenuh hati. Acara berjalan dengan lancar tanpa cake. Dan setelah acara mereka akan pergi karaoke. Tapi Ninon tidak ikut karena mengatakan ada urusan. Dialam perjalanan ke tempat karaoke, mereka berselisih dengan ibu Ninon. Ibu Ninon berterima kasih pada Kira, karena berkat Kira Ninon sekafang punya teman dan bahkan merayakan ulang tahun bersama teman-temannya. Kira terkejut mendengar hal itu, ia tidak tahu kalau Ninon ulang tahun di hari yang sama dengannya. Kira kemudian batal pergi Karaoke dan memutuskan mencari Ninon.
Kira berhasil menemukan Ninon yang bersiap membuang cake ulang tahunnya. Ia berhasil menghentikan Ninon. Disana Kira mulai menceritakan mengenai masa lalunya, setelah ia mengetahui penyakitnya ia tidak bersemangat untuk hidup dan memutuskan masuk ke jalan yang salah. Ia menjadi preman dan sering membuat kekacauan, ia membuat orang-orang disekitarnya kerepotan karenanya. Kira bahkan membuka bajunya dan menunjukkan tato yang ia buat saat SMP. Ia sebenarnya tidak mau mati, tapi ia menjalani kehidupan seperti biasa dan merahasiakan penyakitnya dari teman-temannya dengan pikiran ia siap mati, tapi sejak bertemu Ninon ia mulai merasa kalau ia memiliki alasan untuk hidup. Kira menyatakan perasaannya pada Ninon saat itu, ia ingin menghabiskan waktu singkatnya bersama Ninon. Dan Ninon berjanji ia akan selalu bersama Kira.
Keduanya resmi pacaran malam itu dan keesokan harinya Kira mengumumkannya di depan kelas,membuat teman-temannya terkejut. Hubungan Ninon dan Kira cukup manis, Ninon yang tidak. bisa bersosialisasi akhirnya punya teman, Kira mengajak. Ninon masuk ke kelompoknya, Kira juga orangnya cemburuan pada Ninon yang dekat dengan pria lain hehehehehe. Kissu mereka di ruangan kelas di balik. gorden cukup romantis HAHHAHAHAHA.
Mereka juga merayakan natal bersama, saling tukar hadiah. Ninon mendapat sarung tangan dan Kira mendapat syal.
Suatu hari, saat kencan, Kira mengundang Mio bersama mereka, dimana Mio datang bersama Yabe yang tergila-gila padanya. Mio iseng sengaja menganggu Ninon, mengatakan kalau Kira pernah tidur dengannya dan bahkan menunjukkan fotonya. Aku cukup kaget karena Ninon yang biasanya kalem dan nghak pernah berfikir negatif, terganggu dengan hal itu.
Ia meninggalkan tempat itu saat Kira ke toilet. Setelah Kira tahu apa yang terjadi, ia mengejar Ninon.
Ia berhasil menemukan Ninon dan mengkonfirmsi perasaannya, ia menganggap Mio special karena dia satu-satunya teman dimana ia bisa berbagi mengenai penyakitnya, tapi dihatinya hanya ada Ninon dan tak. ada yang bisa menggantikannya.
Ninon bahagia mendengarnya dan ia memaafkan Kira, ia mengingatkan Kira kalau ia hanya gadis biasa yang juga bisa cemburu. Ninon cute banged saat itu, Kira aja sampai kehilangan kendali HAHAHHAHA.
Mio dan Yabe kemudian datang menemui mereka berdua dan mengejek mereka. Mio ini orangnya jahat tapi baik juga hehehehe. You cant hate her.
Saat mereka sedang asik bicara, tiba-tiba Kira merasa dadanya sakit. Semuanya terkejut. Mio yang sudah terbiasa dengan situasi itu menjadi satu-satunya yang tenang menghadapinya. Ia melakukan yang terbaik untuk Kira sementara Ninon tidak bisa melakukan apapun.
Kira dengan cepat dibawa ke rumah sakit. Yabe shock banged karena ia adalah teman Kira sejak SMP dan ia tidak tahu kalau Kira punya penyakit.
Ninon sangat khawatir pada Kira, Mio menyuruh Ninon tenang karena Kira akan baik-baik saja. Mio menasehati Ninon kalau hal ini akan sering terjadi jika Ninon memutuskan bersama Kira, bagi mereka ini seperti keseharian mereka dan mereka menganggapnya biasa, tapi bagi orang sehat seperti Ninon, pasti panik menghadapinya, kalau Ninon tidak bisa bersikap tenang sebaiknya tinggalkan Kira sekarang.
Kira baik-baik saja setelah kejadian itu. Ninon pulang ke rumah dan masih khawatir, tapi ia berusaha bersikap ia baik-baik saja. Ia mengirim pesan pada Kira mengenai apa yang kira inginkan saat valentine dan Kira menjawab dia ingin Ninon. Ninon awalnya bingung tapi kemudian ia mengerti maksud Kira.
Jadi saat malam valentine, Ninon mengajak Kira ke rumahnya karena orang tuanya sedang pergi.
Mereka ada di kamar Ninon saat ayah Ninon tiba-tiba membuka pintu dan melihat mereka.
Ayah mengajak Kira bicara 4 mata dengannya. Intinya ia ingin Kira memikirkan perasaan puterinya, bagaimana kalau Kira meninggal nanti, Ninon akan sangat menderita. Ia sangat berterima kasih karena Kira membuat Ninon akhirnya mempunyai teman, tapi sebagai seorang ayah, ia tidak bisa membiarkan puterinya bersama laki-laki yang sakit-sakitan. Kira mengerti akan hal itu. Ia meninggalkan rumah Ninon. Ninon marah pada ayahnya karena melakukan hal itu, ia sudah berjanji akan bersama Kira jadi ia ingin menepati janjinya. Meskipun ia di tampar ayahnya, ia tetap keluar mencari Kira. Tapi ia tidak bisa menemukannya.
Keesokan harinya, ia melapor pada Yabe dan Yabe juga jadi khawatir, mereka berusaha menghubungi Kira. Ninon sudah mencari di rumah dan kebun binatang, Kira tidak ada. Mereka juga menghubungi Mio dan Mio beefikir ia tahu Kira ada dimana. Ninon ingin pergi menemui Kira tapi Yabe melarangnya, ia memohon pada Ninon agar membiarkannya sendirian untuk membawa Kira pulang.
Aku suka banged sama adegan ini, karena biasanya kalau ada yang begini pasti si cewek yang akan menemui si cowok. Aku suka penulisnya membuat bagian tersendiri untuk Yabe, dimana kita diperlihatkan sedikit masalalu Yabe yang dulunya sangat pemalu. Ia suka menggambar manga dan Kira adalah yang pertama memujinya. Saat itu ia takut pada Kira karena Kira seorang preman. Tapi sejak saat itu ia ingin berteman dengan Kira dan begitulah mereka menjadi dekat.
Yabe berhasil menemukan Kira dan mengajaknya bicara berdua, ia mengatakan kalau Ninon sangat khawatir pada Kira. Tapi Kira mengatakan ayah Ninon benar, ia seperti bom waktu yang bisa meledak kapan saja. Yabe tidak suka Kira mengatakan hal seperti itu, karena semua manusia sama saja, yang sakit maupun tidak, tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi hari esok. Entah itu ajal tiba besok atau tidak, tidak ada yang tahu. Hal itu membuat Kira berfikir lagi kalau Yabe ada benarnya.
Yabe ingin melakukan sesuatu untuk Kira dan ia ingat pembicaraannya dan Kira tentang Ninon, Kira mengatakan ia ingin hidup selamanya bersama Ninon.
Itu memberi Yabe ide dan meminta bantuan Mio.
Yabe dan Mio berhasil membuatkan acara pernikahan untuk Ninon dan Kira, dimana keduanya saling mengucapkan rasa cinta mereka. Orang tua juga datang saat itu dan ia akhirnya memberi restu pada keduanya. Setelah itu Kira meninggalkan Jepang untuk menjalani perawatannya.
Well, begitulah kira-kira sinopsis drama ini. Bagaimana? Tertarik menontonnya?
Jangan khawatir tentang ending, ini happy ending kok hehehehehe.
Seperti yang aku katakan diatas, ada beberapa adegan di movie ini yang terasa tidak mengalir, meski itu tidak mengurangi kisah movienya, tapi terasa janggal aja. Aku baru inget pas tiba di Gereja, keluar dari Taxi Kira masih pake baju biasa trus masuk ke gereja dia udah pake pakaian lengkap hahahahahaha. Padahal buru-buru, mungkin ganti baju dulu kali ya wkwkwjwwjwj.
Sebenarnya bagi yang nggak mementingkan detail movie sih oke oke aja, cuma kadang aku orangnya sedikit detail dan suka nanya-nanya kalau adegannya ada yang random. Mungkin saya terlalu sensitif ya 😂
Overall ini movienya bagus banged dan sangat di rekomendasikan bagi pencinta live action movie. Aku nggak pernah baca manganya jadi aku sama sekali nggak tahu perbedaan movie ini dari manganya, makanya aku tidak bahas disini. Tapi dari sudut pandang aku movienya sudah lumayan. Ditambah wajah ganteng Taishi dan Marie yang imut, asik asik aja nontonnya 😆

Setelah sekian bulan saya tidak menonton film-film buatan negeri sakura, akhirnya saya bisa menonton lagi lewat film yang sebenarnya sudah dirilis dari tahun lalu, namun saya kesulitan untuk menontonnya karena seperti kebanyakan film Jepang lainnya, film ini tidak ditayangkan di bioskop Indonesia. Jadi ya terpaksa nunggu di “bioskop ponsel”. Dan akhirnya Your Lie In April live action muncul juga dvdrip-nya.
Sebagaimana diketahui Your Lie April atau Shigatsu Wa Kimi no Uso adalah manga shounen bertema musik yang dikarang oleh Naoshi Arakawa dan dipublish pada tahun 2011 hingga 2015. Sementar versi animenya tayang di Jepang dari tahun 2014 sampai Maret 2015 dan langsung mendapatkan popularitas yang tinggi di seluruh dunia dikarenakan mempunyai cerita yang membuat orang-orang digaruk-garuk perasaannya.
Film ini tayang di Jepang pada bulan September 2016, tapi film ini kalah telak oleh Your Name (Kimi no Nawa).
Ada sedikit perbedaan dibandingkan dengan versi anime dan manganya, yaitu jika dalam versi anime & manganya berlatar di SMP maka dalam versi live actionnya ini para tokohnya duduk di bangku SMA agar lebih terasa realistis. Disutradarai oleh Tekehiko Shinjo, sutradara yang sudah menangani beberapa film yang diangkat dari anime.
Untuk pemeran Kousei Arima diberikan kepada sang pangeran Shoujo, Kento Yamazki yang akhir-akhir ini sedang naik daun karena banyak sekali film-film live action yang sudah dibintanginya dan aktor muda pujaan gadis-gadis di Jepang itu memang dirasa sangat cocok untuk memerankan tokoh Kousei yang berkacamata.Si cantik Suzu Hirose, aktris muda Jepang yang juga tengah meroket karirnya di industri hiburan Jepang didapuk untuk memerankan Kaori Miyazono, gadis yang pandai bermain biola. Lagi-lagi Suzu adalah pilihan yang pas untuk memerankan Kaori. Sementara peran Tsubaki Sawabe dan Watari diperankan oleh Anna Ishii dan Taishi Nakagawa.

Berkisah tentang Kousei Arima (Kento Yamazaki) seorang pianis muda terkenal Jepang yang mempunyai skill di atas rata-rata dan prestasi yang luar biasa harus menderita trauma yang sangat mendalam setelah kematian sang ibu saat dia berada di puncak karirnya di usia yang masih sangat muda. Kousei tinggal bersama bibinya setelah ibunya meninggal, dan dia mempunyai sahabat sekaligus tetangganya yang sudah dekat sejak mereka kecil, Tsubaki Sawabe (Anna Ishii) dan satu lagi sahabat di sekolahnya, Ryota Watari (Taishi Nakagawa). Suatu hari Tsubaki mengenalkan Kousei dengan Kaori Miyazono (Suzu Hirose) yang seorang violinis yang sebenarnya satu sekolahan dengan mereka. Pertemuan Kousei dengan Kaori ini menjadikan kisah yang akan tak terlupakan karena mengubah hidup Kousei Arima. Di mana Kaori mencoba untuk mengeluarkan Kousei dari keterpurukan dan trauma pasca tragedi yang menimpanya. Kousei yang saat itu mengalami trauma psikologis berupa sulit mendengar nada piano dan membuatnya tidak bisa bermain piano dengan baik mengingat rasa bersalahnya atas kematian sang ibu yang sudah mendidiknya dengan sangat keras.
Kaori berusaha untuk mengembalikan Kousei ke dunia musik, secara perlahan keduanya semakin hari semakin dekat setelah Kousei terpesona dengan permainan biola dari Kaori. Kousei lama-lama menyukainya tapi tak bisa mengungkapkan perasaannya karena yang dia tahu adalah Kaori menyukai Watari. Kisah cinta menjadi rumit karena Tsubaki sudah lama mencintai Kousei tapi Kousei tidak pernah peka.
Mungkin bagi yang sudah nonton animenya mudah sekali menebak jalan ceritanya karena memang sangat sama dan nyaris tidak ada perbedaan sama sekali termasuk dengan penyakit yang diderita oleh Kaori. Jika di dalam animenya berjumlah 22 episode yang kebanyakan konfliknya berputar-putar di situ saja maka dalam live action-nya ini dipersingkat tapi masih jelas dan mengena. Walaupun perkembangan karakter dari Kousei Arima dirasa terlalu cepat namun itu sangat wajar mengingat terbatasnya durasi. Kento Yamazaki memang bukanlah aktor yang hanya sekedar jual tampang saja, dia punya bakat akting yang baik dan semakin banyak film yang dibintanginya. Kento yang biasanya memerankan pria muda populer di sekolah yang cool dan tamvan di film ini berhasil menjadi pianis muda berkacamata dengan penderitaan yang disimpan di dalam hatinya. Suzu Hirose, dia aktris super kawaii yang doramanya sudah saya tonton semua memang sangat cocok menjadi Kaori Miyazono. Ana Ishii yang memainkan gadis yang cintanya dipendam dan tak terbalas juga bisa dibilang lumayan sedangkan Taishi yang memerankan Ryota Watari tidak terlalu menonjol tapi itu wajar karena dalam versi animenya karakter Watari juga tidak terlalu menonjol.
Momen-momen akhir saat Kousei dan Kaori memainkan piano dan biola bersama menjadi puncaknya walaupun adegan tersebut tidak sebagus dan seemosional versi animenya. Seeandainya saya belum pernah nonton versi animenya mungkin saya bisa lebih menikmati film ini dengan alur ceritanya. Overall, versi live action ini bisa dikatakan cukup bagus dan bisa untuk mengulangi “baper” yang sebelumnya pernah dirasakan dalam animenya.
Sumber : http://hilmansky.com/review-movie/review-your-lie-in-april-live-action-2016/